Caption: Jeffrey Sorongan. (*).
Manado,Swarakawanua.ID-Pernyataan Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Langie, S.I.K bahwa driver yang menabrak belasan warga hingga 8 orang akhirnya meninggal dunia dan lainnya luka-luka parah, sangat berpotensi menjadi tersangka ternyata mendapat arus dukungan dari netizen.
Menurut Jeffrey Sorongan salah satu netizen, drag race maut di Kotamobagu bukan sesuatu yang terjadi bukan karena tanpa disengajai.
Dikatakannya, melihat video tabrakan maut itu terjadi ternyata itu sesuatu yang dibuat pembalap (driver Honda Jazz) bagian dari sebuah selebrasi saat usai masuk garis finish.
“Pengemudi Honda Jazz tidak mampu Kendalikan Mobil Saat Drivting Lewat Garis Finish, sehingga dia tanpa sadar sudah menabrak penonton,” ucap Jeffrey Sorongan.
Karena itu, menurutnya, pe rnyataan Kapolda Sulut Roycke Langie sudah sesuai fakta hukum di lapangan.
“Cuma menghilangkan satu nyawa saja masuk penjara apalagi sudah delapan orang yang meninggal dan lainnya luka-luka parah hingga kritis,” terang Jeffrey Sorongan.
Lanjut dia, Polda Sulut harus segera menahan driver yang sudah menghilangkan delapan nyawa manusia tak berdosa tersebut.
Dia juga sangat menyayangkan komentar pembalap Nasional Fitra Eri yang tau apa-apa hanya menilai dari sisi pembalap tapi tidak dari fakta hukum di lapangan.
“Jangan asal tanggapi dan omong-omong pernyataan dari pak Kapolda Sulut yang turun langsung ke TKP Drag Race lalu terkesan membela dan membenarkan pembalap yang sudah menghilangkan 8 nyawa dan lainnya luka-luka parah,” tegas Dia.
Dia mengatakan bahwa Polda Sulut juga harus memeriksa pihak-pihak terkait terlebih panitia pelaksana dan Ikatan Motor Indonesi (IMI) Sulut yang mengeluarkan rekomendasi hajatan maut itu. (Danz*).




























