Kabar Bagi Orang Tua, UKIT Tomohon Hilangkan Biaya Pembimbingan Skripsi, Dekan Fakultas Teologi : Tidak Ada Lagi Biaya Apapun Dibebani ke Mahasiswa!

Tomohon,Swarakawanua.ID — Kabar gembira datang dari Universitas Kristen Indonesia Tomohon. Setelah gelombang protes luas dari mahasiswa terkait kenaikkan biaya penyelesaian studi yang dinilai kontraversi, pihak pimpinan Rektorat UKIT akhirnya mengambil keputusan penting dengan menghapuskan biaya bimbingan skripsi di lingkungan Fakultas Teologi.

Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Dekan Fakultas Teologi UKIT Tomohon, Pdt. Dr. Denny Tarumingi, S.Th., M.Th didampingi

–  Wr. I Dr. Yopie Pangemanan
​
–  WR II: Pdt. Dr. Ihnneke Tombeng
​
– WR III: Prof. Dr. Frangky Tulungen
​
–  Dekan Fakultas Teologi: Pdt. Dr. Denny Tarumingi S.Th, M.Th.
​
–  Wakil Dekan II: Pdt. Arthur Tewu, M.Th.

Menurut penjelasan Taruminggi, berdasarkan hasil rapat pimpinan yang telah disepakati bersama, biaya bimbingan skripsi yang sebelumnya ditetapkan sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah kini resmi dihapus dan tidak lagi dipungut kepada mahasiswa.

Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang sudah terlanjur melakukan pembayaran berhak mendapatkan pengembalian dana secara penuh dengan syarat menunjukkan bukti pembayaran yang sah.

Lebih jauh, Taruminggi menegaskan adanya kesepakatan bersama bahwa mulai saat ini tidak boleh ada lagi pungutan apapun yang dibebankan kepada mahasiswa selama proses pembelajaran dan penyelesaian tugas akhir berlangsung.

“Kami sudah sepakat, tidak ada lagi mahasiswa yang dibebankan dengan biaya-biaya apapun. Murni, mahasiswa datang untuk kuliah dan belajar,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Taruminggi menyampaikan pesan semangat kepada seluruh mahasiswa agar tetap fokus menyelesaikan studi tanpa terbebani lagi oleh urusan biaya.

“Adik mahasiswa, berusahalah tuntaskan studi secepat mungkin. Jangan terbebani dengan biaya-biaya skripsi lagi. Terima kasih, Tuhan Yesus menolong kita semua,” pesannya.

Keputusan ini disambut baik oleh kalangan mahasiswa yang merasa sangat terbantu dan diapresiasi langkah responsif yang diambil oleh pihak pimpinan universitas. Diharapkan ke depannya, komunikasi antara mahasiswa dan pihak kampus semakin terbuka dalam menyelesaikan berbagai persoalan bersama.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *