Pengkukuhan Koptan Bukti Keseriusan Pemkab Talaud ke Wadah Petani

CAPTION: Kadis KPP Saat Membawakan Sambutan Dalam Acara Bersama Koptan. (*).

Talaud, Swarakawanua.id-Setelah sehari sebelumnya dihempas badai menyeberang lautan untuk menjumpai petani di Kecamatan Kalongan, tim Dinas KetahananPangan Dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Talaud yang dipimpin oleh Kadis Drs. Melksion Saweduling, MM,ME melanjutkan kunjungannya ke wilayah Kecamatan Tampan’Amma dan Melonguane Timur, dua hari berturut-turut pada hari selasa dan Rabu (20/04/2021).

Kunjungan kerja kadis DKPP di dua kecamatan tersebut dalam rangka menghadiri giat pengukuhan kelompok tani yang masing- masing dilaksanakan di BPU Desa Dapihe untuk Kecamatan Tampan’Amma dan di BPU Desa Tule Tengah untuk Kecamatan Melonguane Timur.

Di depan forum petani yang turut dihadiri oleh Camat dan para Kepala Desa dari dua wilayah tersebut, kadis Saweduling menyebutkan pentingnya penataan kelembagaan petani melalui pengukuhan kelompok. Apalagi bila melihat fakta di lapangan banyak bantuan pemerintah menjadi tidak efektif karena belum tepat sasaran.

“Melalui pengukuhan ini kelompok tani akan memiliki jaminan dan data base yang jelas dari daerah hingga ke tingkat pusat atau Kementerian Pertanian, data base inilah yang nantinya dijadikan dasar bagi pembinaan, penyaluran bantuan dan program pemerintah sesuai peruntukannya,” katanya.
Ditambahkannya pula terkait apa yang dilakukannya bersama tim selama ini terkait dengan pengukuhan, semata-mata untuk memfasilitasi dan memperjuangkan petani Talaud. “Inilah wujud perhatian pemerintah untuk mewadahi petani” ujarnya.
Semenjak dilantik sebagai kepala badan/dinas oleh Bupati dr. Elly Engelbert Lasut, ME, kami mendapat perintah untuk sering turun lapangan agar bisa melihat kondisi nyata seperti apa, dan “faktanya ternyata masih banyak kelompok tani yang belum memiliki sertifikat pengukuhan kelas”, ungkap pamong senior di Pemkab Talaud ini.
Selanjutnya ia menyebutkan jika pada hari Sabtu yang lalu telah dicanangkan penanaman jagung serentak melalui gerakan tanam jagung (Gentaja). Oleh Bupati dr. Elly Engelbert Lasut, ME jagung ini dijadikan sebagai primadona baru dalam mengangkat ekonomi warga selain komoditi yang sudah ada. Dijelaskan kenapa harus jagung?, sebab jagung cenderung lebih mudah diaplikasi baik secara monokultur maupun multikultur dengan komoditi lain seperti kedele dan kacang-kacangan, atau dengan tumpang sari di bawah pohon kelapa. “Dan untuk menyukseskan gerakan ini, petugas kami (penyuluh-red) di wilayah walaupun jumlahnya masih sangat terbatas, siap untuk melakukan pengawalan dan pendampingan,” jelasnya.
Diketahui kelompok tani yang dikukuhkan di Kecamatan Tampan’Amma seluruhnya berjumlah 45 poktan terdiri dari 1 poktan naik kelas lanjut dan 44 poktan kelas pemula, sedangkan untuk Kecamatan Melonguane Timur jumlah poktan yang dikukuhkan berjumlah 26 kelompok terdiri dari 3 kelompok naik kelas lanjut dan 23 kelompok kelas pemula.

Camat Tamapan’Amma Theiron Mask Maatuil, S.Pd dan Camat Melonguane Timur Ajengsmara Sumare, S.Sos, keduanya menyampaikan harapan mereka kiranya melalui pengukuhan kelompok tani ini akan berdampak dapat memacu motivasi petani di wilayahnya dalam menjawab tantangan era globalosasi untuk meningkatkan produktivitas bagi peningkatan kesejahteraan petani itu sendiri. (OM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *