MINUT, SwaraKawanua.id – Melelaui upacara adat Tonsea yang dihelat di Paimoulan Ne Tonsea bersama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sabtu (1/5/21). Bupati Joune Ganda SE (JG) dikukuhkan sebagai Tonaas Wangko.
Upacara yang dilaksanakan di atrium kantor Bupati Minut, diawali dengan musyawarah para tokoh adat. Para tokoh melingkari meja untuk membahas penganugerahan gelar adat tersbut. Setelah itu disetujui dan kemuadian Bupati JG dipersilahkan menuju kursi merah di tengah panggung. Kegiatan yang berjalan khidmat ini turut di hadiri mantan Bupati Sompie Singal dan Ramoy Markus Luntungan.
Pengukuhan diawali dengan pemasanag porong oleh Sompie Singal kemudian dilanjutkan pemasangan ikat pinggang, wuyang, tawaang keles, tawaang puti, pemberian Santi atau pedang dan pemberian sosiru.
Pedang yang diberikan oleh Tonaas Hermaus Dendeng, Bupati JG diminta untuk melawan korupsi dan hal buruk lainnya selanjut Bupati menarik pedang dan mengangkat serta meniriaki ‘I Yayat U Santi’ sebanyak tiga kali.

JG dalam sambutannya mengawali dengan kata – kata dalam bahasa Tonsea. Ia mengaku terharu beroleh mandat dari para Pakasaan yang mewakili Minahasa Utara. “Ini adalah sebuah beban dan tanggung jawab untuk membawa Minut lebih sejahtera,” kata dia.
Ia mengakui itu bukan hal mudah. Dengan bimbingan dan arahan dari para pakasaan ia yakin dapat melaksanakan tanggung jawab tersebut. “Wejangan itu akan saya dan pak Wakil Kevin William Lotulung pegang teguh, akan kami sebarkan ke seluruh pemimpin desa sebagai acuan hidup dan mengelola pemerintahan,” katanya.
JG berjanji memegang teguh tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Ia juga berjanji melestarikan budaya Minut. “Kita tak boleh lupa darimana asal kita,” kata dia.
Diakhir acara, diadakan acara tos dengan cangkir bambu berisi saguer. (Mesakh)



























