Pilih Birokrat Inspektor Anti Korupsi di Manado, Nama Harold Lumempouw Teratas

Manado, Swarakawanua.id-Janji Andre Angouw dan Richard Sualang (AARS) untuk melakukan perubahan di Kota Manado setelah dilantik menjadi Walikota Manado pada 11 Mei 2021 sangat dinanti warga Kota Manado.

Salah satu yang patut jadi perhatian Andre Angouw dan Richard Sualang yakni menyangkut kegiatan pengawasan. Pasalnya, selama ini peran dari Inspektorat Kota Manado dinilai masih sangat lemah.

Hal ini menyusul banyaknya kasus dugaan korupsi yang terjadi pada proyek-proyek pembangunan di Kota Manado. Belum.lagi masih saja ada pejabat yang bolak balik ke kejaksaan dan kepolisian diperiksa gara-gara terkait kasus dugaan korupsi.

Fakta yang memperihatinkan ini juga menjadi perhatian dari aktivis anti korupsi di Sulawesi Utara. Mereka adalah Stenly Towoliu, Pierson Rambing dan Steven Lalawi.

Para pegiat anti korupsi ini mengingatkan Walikota Manado terpilih Andrei Angouw untuk selektif dalam memilih dan menentukan kabinetnya. Salah satunya menentukan sosok yang layak menduduki jabatan Kepala Inspektorat Kota Manado

“Posisi Kepala Inspektorat sangat penting dan strategis di Kota Manado. Karena itu kami berharap walikota Manado terpilih pak Andrei Angouw setelah dilantik harus memilih figur yang tepat untuk menjadi inspektorat. Agar ke depan tidak ada lagi terjadi kasus dugaan korupsi di Pemkot Manado yang masuk ke Kepolisian dan kejaksaan,” ujar mereka.

Menurut ketiganya, yang menjadi kepala inspektorat harusnya figur yang anti korupsi yang tidak hanya hebat dalam konsep tapi juga pernah bahkan sering terlibat dalam kegiatan anti korupsi.

“Jika yang menjadi kepala inspektorat orang yang anti korupsi baik dalam konsep juga dalam praksis perjuangan maka itu yang layak dipilih pak Andrei Angouw menjadi inspektot kota Manado,” paparnya.

Lalu siapakah figur birokrat yang memenuhi kriteria itu? Baik Towoliu, Rambing maupun Lalawi menyebut satu nama yakni Harold Lumempouw, birokrat yang sedang berkarya di Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara.

“Memang sangat jarang figur birokrat yang anti korupsi baik dalam konsep maupaun praksis perjuangan. Tapi ada satu nama yang bagi kami sangat layak yakni bung Harold Lumempouw,” tegas mereka.

Kenapa Harold Lumempouw? Menurut Towoliu dan… Harold Lumempouw merupakan birokrat handal sekaligus pegiat anti korupsi.

“Sebelum menjadi birokrat Harold Lumempouw sangat aktif menjadi pembicara dalam seminar dan dialog persoalan korupsi dan juga menyuarakan anti korupsi di media massa. Bahkan beliau sangat aktif melapor kasus korupsi di pemerintahan ke Kepolisian dan Kejaksaan serta aktif turuk ke jalan menggelar aksi demo menyuarakan penegakan hukum terhadap kasus korupsi termasuk yang terjadi di pemerintahan,” beber keduanya.

Diakui ketiganya, penentuan pejabat di kabinet adalah hak prerogatif dari kepala daerah dalam hal ini walikota Manado.

“Tapi dengan melihat banyaknya kasus dugaan korupsi yang masuk ke kejaksaan dan kepolisian dan bahkan KPK membuktikan kalau kinerja inspektor Manado masih lemah. Maka dari itu sudah saatnya kepala inspektor Manado dipercayakan kepada birokrat yang juga pegiat anti korupsi dan bung Harold Lumempouw sangat layak diangkat menjadi Kepala inspektorat Manado,” tukas mereka.

Belum lagi, lanjut Towoliu, Rambing dan Lalawi, selain sudah dikenal oleh pihak kepolisian dan kejaksaan, tapi juga memiliki hubungan baik dengan PDIP dan Andrei Angouw selama ini.

“Harold Lumempouw tidak hanya pilihan tepat untuk mengawal pemerintahan agar tidak korupsi, tapi juga akan mudah menciptakan sinergitas sebagaimana yang menjadi visi dan misi dari Andrei Angouw dan pasangannya pak Richard Sualang,” pungkas ketiganya senada. (Aurel/tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *