Dolfie Angkouw: Ngaco Kalau Disebut Manado Masuk 5 Kota Terkotor di Indonesia

CAPTION: Legislator Manado, Daniel Dolfie Aangkouw alias DOA. (*).

Manado, Swarakawanua.id-Kota Manado masuk kategori penilaian salah satu kota terkotor di Indonesia melalui penilaian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan alias KLHK RI.

Kementerian yang merupakan lembaga di Tanah Air yang menilai tingkat kebersihan dan kekotoran suatu kota ini, memasukkan kota Manado pada kategori penilaian terburuk.

Menaggapi Manado yang berada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kategori indeks kota terkotor tahun 2021 ini, disikapi serius legislator dari Komisi I DPRD kota Manado, Daniel Dolfie Angkouw alias DOA.

Politisi paling hebat dari Fraksi Golkar Manado ini menyebutkan, informasi dan penilaian tidak terukur oleh lembaga yang berkompoten sampai Manado masuk pada salah satu kategori kota terkotor di Indonesia. “Informasi ngaco aja kalau Manado disebut masuk kota terkotor,” sebut anggota DPRD kota Manado dari Dapil Sario-Malalayang ini.

Menurut Dolfie Angkouw, kenyataan yang ada saat ini, penanganan sampah di kota Manado sudah cukup baik dari sebelum-sebelumnya. Dikatakannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil walikota Manado Richard Sualang, melakukan penggalakan penanganan sampah sangat maksimal.

“Kalau penilaian dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI sebelum AARS memimpin kota Manado, itu sah-sah saja..Karena harus diakui bahwa masa transisi pergantian pemerintahan di kota Manado, penanganan sampah tidak maksimal. Bahkan para petugas dan buruh sampah banyak yang tidak kerja benar,” jelasnya.

Namun lanjut Dolfie Angouw, penilaian oleh LKHK saat kota Manado sudah dipimpin AARS, maka lembaga dewan Manado mempertanyakan parameter penilaian yang dipakai kementerian tersebut terhadap penanganan sampah di kota Manado.

“Kita harus akui bahwa setelah AARS dilantik, maka penanganan sampah menjadi program awal mereka. Dan secara kasat mata, masyarakat kota Manado bisa melihat kerja keras AARS bersama-sama warga kota Manado dalam penanganan sampah yang ada. Bahkan kita bisa lihat sendiri, kondisi penanganan sampah dj Manado sebelum dan sesudah AARS memimpin kota Manado,” jelas Dolfie Angkow yang juga Penatua P/KB GMIM Musafir Kleak ini.

Untuk itu, legislator yang akrab disapa DOA ini, meminta instansi teknis di lingkup Pemkot Manado harus menanyakan standar penilaian apa yang dipakai LKHK terhadap tingkat penanganan sampah dan kebersihan di kota Manado. “Kota Manado saat jni cukup bersih dari sampah,” tutup politisi berotak encer ini. (Danz).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *