Manado, Swarakawanua.id-Anggota Jemaat GMIM di dalamnya Pelayan Khusus dan Kompelka BIPRA, termasuk Pria/Kaum Bapa dan Wanita/Kaum Ibu merupakan bagian dari warga bangsa dan negara Indonesia yang harus senantiasa menumbuhkan, merefleksikan dan mengimplimentasi wawasan kebangsaan di tengah kehidupan berjemaat dan bermasyarakat.
Itu disebabkan sebagai anggota jemaat dan anak bangsa memiliki latar belakang yang berbeda seperti status sosial, suku, etnis, sub etnis, budaya dan juga warna warni politik.
Demikian disampaikan Pnt. Ir. Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL) ketika tampil sebagai narasumber Latihan Kepemimpinan Kristiani dan Kepelayanan Gereja (LK3G) P/KB dan W/KI GMIM yang digelar Wilayah Manado Timur Satu dan Wilayah Manado Titiwungen di Jemaat Kolam Bethesda Tikala Kumaraka Manado, Sabtu (4/12).

Dihadapan sekira 300 peserta yang datang dari berbagai wilayah dan jemaat di Kota Manado dan sekitarnya, SBANL yang dalam keseharian menjabat Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Sulut mengatakan bahwa wawasan kebangsaan terbilang penting dan strategis untuk senantiasa ditumbuhkan karena sebagai Pelsus dan Kompelka adalah pemimpin di tengah perbedaan yang mutlak menempatkan keteladanan tanpa membeda-bedakan dalam kepelayananan gereja.
Wakil Ketua Bidang APP BPMS GMIM Pdt Dan Anthonius Sompe, MTeol menegaskan bahwa sebagai Pelsus dan Kompelka harus menjadi teladan dengan menanggalkan semua penyakit sosial masyarakat.
Sementara itu pihak pelaksana LK3G Pnt Brian Janny Waleleng, SH dan Pnt Franklyn Tamara mengungkapkan puji syukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada semua pihak, sehingga kegiatannya boleh berlangsung dengan segala baik.





















