Manado, Swarakawanua.id-Jemaat GMIM Maranatha Maliku Raya yang berada di dua desa yakni desa Maliku Satu dan desa Maliku, kecamatan Amurang Timur, kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menolak keras pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Kristen Maliku dari Lita Tambariki ke Estevina Mandagi.
Buktinya, anggota jemaat GMIM Maranatha Maliku mengambil tindakan tegas dengan cara memalang pintu masuk SMP Kristen Maliku. Pemalangan pintu sebagai bentuk penolakan jemaat terhadap kehadiran Kepsek utusan Bupati dan Wakil Bupati Minsel untuk masuk ke lingkungan SMP Kristen Maliku.
Kendati pintu dipalang tak menyurutkan anggota jemaat mengalihkan proses belajar anak-anak SMP di gedung gereja GMIM Maranatha Maliku.
Para guru SMP Kristen Maliku kemudian melanjutkan proses belajar mengajar minus Kepsek baru.

Pemalangan pintu sehingga Kepsek baru Estevina Mandagi utusan bupati dan wakil bupati harus pulang, karena tidak diijinkan masuk ke lingkungan sekolah.
Tokoh pemuda jemaat Brayen Franklin Giroth menuturkan, penolakan itu karena pergantian improsedural yang dilakukan oleh pihak Diknas Minsel. Selain itu, jemaat GMIM Maliku menilai Kepsek lama yakni Lita Tambariki sangat trampil dan menyatu dengan anak-anak SMP Kristen Desa Maliku Raya. Bukan itu saja, oknum Kepsek baru datang ke sekolah tanpa membawa dokumen sebagai bukti adalah kepsek baru.
Lebih parah lagi, oknum guru Estevina Mandagi tidak malapor ke BPMJ GMIM Maranatha Maliku Raya, karena sekolah itu dibangun atas usaha atau uang hasil jerih payah anggota jemaat.

“Jemaat Maliku Raya ingin mempertahankan Kepsek lama karena dinilai berbaur dengan jemaat serta kinerja dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya anak-anak SMP Kristen desa Maliku semakin baik dan berkualitas,” ucap tokoh pemuda jemaat GMIM Maranatha Maliku Raya. Sampai berita diturunkan anggot jemaat GMIM Maranatha masih tetap Stanby menjaga pintu yang dipalang supaya Kepsek baru tidak boleh masuk ke lingkungan SMP Kristen Maliku.



























