Minahasa swarakawanua.id- Mahasiswa Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gemar) melakukan aksi demo didepan kantor Bupati Minahasa, Rabu (13/3/2022).
Adapun beberapa tuntutan kepada pemerintah yang diungkapkan para mahasiswa dalam orasi mereka, antara lain:
1. Pemerintah harus menjamin ketersediaan dan menjaga distribusi BBM secara adil,
2. Menuntut janji Mendag untuk mengusut tuntas mafia minyak goreng,
3. Menolak kenaikan harga bahan pangan dan pemerintah wajib mengontrol pasar,
4. Menolak tarif kenaikan PPN
5. Menuntut Pemprov Sulut mencabut pemberian hibah kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi kreatif di tanah perkebunan Kalasey II.
6. Berikan hak pengelolaan tanah secara penuh kepada warga di Desa Kalasey II sebagai wujud Reforma Agraria.
7. Mendesak Komnas HAM RI untuk mengawasi dab memantau sesuai dengan kewenangannya, serta memberikan perlindungan terhadap warga Kalasey II dari potensi pelanggaran Hak Asasi Manusia yang akan dilakukan oleh Pemprov Sulut.
8. Menuntut Pemerintah kabupaten Minahasa untuk menyelesaikan permasalahan Kelelondey secepatnya dan berpihak pada para petani.
9. TOLAK PT. TMS
10. Mendorong Pemrintah pemprov untuk menetapkan captikus sebagai kearifan lokal lewat perda legalitas captikus.

Para pendemo diterima oleh pejabat Pemkab Minahasa, Asisten I Drs. Riviva Maringka didampinginya Asisten II Wenny Talumewo dan Asisten III Vicky Tanor serta Kasat Pol PP Meidy Rengkuan, dan Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa.
(echa)






















