Manado, SwaraKawanua.ID- Paslon Walikota-Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan – Hanny Joost Pajouw (MOR-HJP), diterpa isu menjatuhkan elektabilitas Paslon tersebut. Isu sesat kepada Paslon nomor urut 3 itu ternyata settingan hoax. Penelusuran tim MOR-HJP di lapangan menyimpulkan, tidak ada sekretariat MOR-HJP yang terdapat aktivitas penurunan atribut paslon usungan Demokrat-PAN itu. Tim justru menemukan informasi, bahwa ada warga yang menurunkan sendiri atribut MOR-HJP di kediamannya. Bahkan isu yang dimainkan itu terlalu klasik sehingg bukan menurunkan elektabilitas MOR-HJP justru mengkokohkan elektabilitas Paslon itu dipuncak survei. Sejumlah sumber menyebutkan, hampir dua survei independent nasional menyebutkan Paslon nomor urut 3 ini menempati posisi survey paling teratas.
Lelaki bernama Mas Joko adalah warga pendatang yang sering meminta atribut MOR-HJP. Mirisnya, Mas Joko lalu menurunkan sendiri atribut yang sama. Itu bukan bagian yang disebutkan sekretariat sebagaimana dimaksudkan dalam berbagai sumber informasi, tidak ada sekretariat MOR-HJP di tempat tersebut. Itu terjadi di Wilayah Manibang, Malalayang II, Manado. Walaupun isu-isu politik tak santun dimaikankan justru menambah simpatisan masyarakat terhadap Paslon MOR-HJP.yang dikenal mengedepankan etika-etika politik.
John Tahendung, warga asli Manibang mengaku kaget campur kesal terhadap informasi penurunan atribut MOR-HJP di sekretariat. “Kami warga di sini sangat menyayangkan ada info demikian. Tidak ada sekretariat MOR-HJP. Yang ada itu di rumah salah satu warga. Bukan sekretariat,” tegas Tahendung.
Ia menambahkan, warga tersebut sering disapa Mas Joko. “Orang ini memang setahu kami sering meminta atribut MOR HJP. Jadi itu rumah pribadi bukan sekretariat. Baliho MOR HJP dan atribut lainnya memang sering diminta yang bersangkutan. Kami juga tahu Mas Joko ini dulu pendukung partai apa dan siapa,” urainya.
Yang paling disesali, malah pihak yang datang menurunkan atribut MOR-HJP, bukan pendukung asli MOR-HJP seperti yang diisukan. Itu diturunkan oknum yang ikut dengan salah satu paslon ke rumah tersebut. “Kami lihat di foto, hanya Mas Joko sendiri didampingi tim paslon lain yang menurunkan baliho MOR-HJP. Ini cara kerja kotor untuk menjatuhkan MOR-HJP,” tutur dia.
Ketua Tim (Katim) Rajawali MOR, Maikel Towoliu SH mengajak semua pihak agar santun berpolitik. “Mari kita ajari rakyat Kota Manado untuk berpolitik yang santun. Kita jangan saling menjelek-jelekan orang lain. Jangan saling menjatuhkan satu sama lain. Namanya manusia pasti suatu saat akan beda pendapat. Namun hubungan baik dan persahabatan jangan sampai putus hanya karena politik,” tegas anggota DPRD Manado.
Menurut Sekretaris Fraksi Partai Demokrat itu, keputusan pemilih berpindah dukungan adalah wajar. “Tidak perlu dramatisir dan diberi bumbu. Jangankan pindah dukungan. Pindah partai saja biasa. Itu lumrah,” pesan Towoliu. (DN5)
























