Caption: Antrian BBM Jenis Solar Tak Henti-Henti di SPBU. (*).
Manado, Swarakawanua.id-Warga Sulut menjerit karena sulit mendapatkan solar subsidi di SPBU yang tersebar di wilayah Sulut. Itu karena terjadi kebocoran solar di seluruh SPBU di Sulut berkisar 120 Ton atau 120 ribu kilo liter per hari akibat mafia solar.
Berdasarkan data yang diperoleh Media ini dari pengusaha BBM di Sulut, tercatat sebanyak 70-an SPBU yang ada di Sulut.
“Dari 70-an SPBU yang ada di Sulut, sebanyak 40 SPBU yang jual solar. Dan tiap SPBU sekitar 3-4 ton solar hilang tiap hari. Jadi, kalau dikalikan berkisar 120 ton terjadi kehilangan solar subsidi yang ada di Sulut,” terang sumber resmi ini.
Dia mengakui kalau pihak Pertamina Wilayah Makassar sudah menghubungi dirinya untuk menyampaikan data kehilangan solar di Sulut akibat permanan mafia solar.
Lanjut sumber, kebocoran solar subsidi di SPBU yang ada di Sulut akibat pencurian solar di SPBU. Solar yang harusnya, lanjut dia, diperuntukan bagi masyarakat kecil, tapi dinikmati oleh mafia solar.
“Jadi, operator BBM juga kebagian hasil per liter dari permainan mafia solar dalam menyedot solar subsidi di SPBU. Kalau sekitar 3-4 ton per hari disedot, maka petugas di tiap SPBU kebagian 1 jutaan lebih, tiap hari” jelas sumber mengkalkulasi kebocoran solar subsidi di daerah ini.
Karena itu, seluruh Direksi Pertamina Manado diminta untuk segera diganti, karena tidak bisa mengatasi kebocoran solar subsidi. “Kami minta pak Ahok mengantikan seluruh direksi Pertamina Manado. Karena mereka tidak bisa melakukan pengawasan ketat terhadap SPBU bahkan terkesan aksi mafia solar dibiarkan,” tutup sumber kepada Media. (Danz*).





















