Manado, Swarakawanua.id-Kasus dugaan korupsi hibah air bersih PDAM Kota Bitung Duasudara berbandrol 14 miliar, disikapi serius Ormas Adat Terbesar di Indonesia yakni Laskar Manguni Indonesia (LMI).
Itu karena kasus yang telah menelan dua orang terduga pelaku korupsi yakni mantan Dirut PDAM Bitung Duasaudara lelaki RL dan dari pihak Scofindo lelaki berinisial MNL,, belum terang menderang.
Mantan Walikota Bitung lelaki ML diduga ikut terlibat dalam kasus air minum PDAM 14 miliar, namun belum ada titik terang terkait hal tersebut.
Ketua LMI Pendeta Hanny Pantouw mendesak Polda Sulut untuk menyeret dugaan keterlibatan mantan Walikota Bitung berinisial ML tersebut.
“Di Sulut ada 2 kasus dua kasus dugaan korupsi yang besar karena nilainya mencapai miliaran rupiah. Yakni kasus dugaan korupsi dana Hibah Air Minum Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Bitung tahun 2017 dan 2018 bernilai Rp 14 miliar dan kasus dugaan korupsi dana penanganan dampak ekonomi Covid-19 pada tahun anggaran 2020 bernilai 61 miliar,” ungkap Pendeta Hanny Pantaouw yang dikenal tak pernah terkontaminasi dalam membongkar dugaan-dugaan kasus korupsi di Bumi Nyiur Melambai ini.
Ketua LMI ini sangat yakin dengan profesionalisme kerja pihak penyidik Polda Sulut dalam menangani dua kasus korupsi ini terlebih hibah air minum PDAM kepada masyarakat berpenghasilan rendah tersebut.
“Publik menanyakan soal hasil pemeriksaan mantan Walikota Bitung lelaki ML terkait dugaan korupsi 14 miliar PDAM Bitung, apalagi mantan Dirut sudah ditahan. Mantan Walikota Bitung diduga bertanggungjawab penuh karena menandatangani surat hibah,” ucap Ketua LMI ini kepada Media, Selasa (23/08/2022).
Lanjut dia, kasus hibah PDAM Bitung 14 miliar ini akan mengangkat pihak Polda Sulut dalam pemecahan berbagai dugaan korupsi di Sulut. Apalagi saat ini, citra institusi Polri sementara dipertaruhkan akibat ulah oknum-oknum pejabat kepolisian setelah Brigjen FS ditetapkan tersangka kasus pembunuhan Brigadir J yang lagi heboh-hebohnya saat ini.
“LMI sangat percaya dengan institusi Polri dalam mengungkapkan dan memecahkan dugaan kasus korupsi termasuk Hibah PDAM Bitung 14 miliar,” terang Hanny Pantouw. Karena itu, Pdt Hanny yang terkenal vokal menyuarakan pemberantasan korupsi di Sulut ini dan meminta pihak Polda Sulut mengusut tuntas kedua kasus tersebut demi citra Polri dan kepercayaan masyarakat. (Danz*).






















