Bupati Minut Joune Ganda dan Istri Tercinta Makan Roti dan Minum Anggur Perjamuan Kudus di GMIM Rut Suwaan

Minut, Swarakawanua.id-Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda SE, MAP, MM,MSi bersama istri tercinta yakni Rizya Ganda-Davega mengikuti ibadah Jumat Agung di GMIM Rut Suwaan. Ibadah Jumat Agung itu dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GMIM, Pdt DR Hein Arina, STh, MTh, Jumat (07/04/2023).

Dalam ibadah memperingati kematian Tuhan Yesus Kristus sebagai Anak Allah sekaligus dengan Perjamuan Kudus. Bupati Minut Joune Ganda dan istri Rizya Ganda-Davega makan Roti dan minum Anggur Perjamuan Kudus yang dilayani oleh Hamba Tuhan Pendeta Hein Arina serta Pelayan Khusus (Pelsus) di GMIM Rut Suwaan.

Pada ibadah itu juga, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan istri tercinta yang juga Ketua PKK Sulut, Ibu Rita Dondokambey-Tamuntuan ikut duduk dalam meja perjamuan Kudus bersama Bupati Joune Ganda dan istri tercinta.

Ibadah peringati Jumat Agung berjalan khusuk dan penuh makna penyaliban Tuhan Yesus di Kayu Salib

Bupati Minut Joune Ganda yang juga pelayan Tuhan ini kepada Swarakawanua.id menuturkan, Jumat Agung merupakan salah satu hari suci bagi umat Kristiani menyambut Paskah Yesus Kristus atau Kebangkitan atau kemenangan Yesus atas maut.


“Jumat Agung menjadi salah satu rangkaian sakral bagi umat Kristiani yang menjadi peringatan wafatnya Yesus Kristus yang jatuh pada hari Jumat,” ujar Bupati Minut Joune Ganda yang dikenal rendah hati dan murah senyum ini.

Menurutnya, Makna Jumat Agung yang pertama bagi umat Kristiani adalah pengampunan dari Tuhan. Penyaliban Yesus Kristus sebagai bentuk kecintaannya pada semua umat Kristiani dengan mengampuni dosa mereka.

“Yesus selalu menunjukkan betapa pentingnya kasih bagi kehidupan. Ia senang membantu dan mengasihi orang yang ada di sekitarnya. Bahkan, ia berdoa kepada Allah untuk mengampuni semua yang menganiaya dan membunuhnya,” ujar Bupati JG.

Lewat memaknai Jumat Agung, Bupati Joune Ganda menuturkan, kita harus saling mengampuni dan mengasihi satu sama yang lain.

Dan intinya, dosa kita telah dihapus oleh Kematian Yesus Kristus di Kayu Salib. Maka jangan kita berbuat dosa lagi dan taat terhadap semua ketetapan Yesus Kristus lewat kita suci yang ada. (Danz*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *