Sangihe, Swarakawanua.id-Salah satu produk unggulan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yakni Pot Bunga. Pot Bunga Produk Lapas Sangihe, lagi – lagi diborong oleh Bank SulutGo Cabang Tahuna.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tahuna Kanwil Kemenkumham Sulut (Suharno), melalui Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Mahdi Syamri) mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak Bank SulutGo Cabang Tahuna sebagai pelanggan setia yang terus mendukung dan mengapresiasi para WBP di bengkel kerja Lapas Tahuna agar bisa terus berkarya.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran manajemen Bank SulutGo Cabang Tahuna sebagai pelanggan tetap dan terus mengapresiasi apa yang dikerjakan oleh WBP Lapas Tahuna di bengkel kerja kami, ” ungkap Dia.
Lanjutnya, setelah beberapa waktu yang lalu membeli alat musik hasil karya WBP, kali ini Bank SulutGo Cabang Tahuna memborong pot bunga yang merupakan salah satu produk unggulan WBP sebanyak 6 buah.

“Hasil penjualan ini, sebagian akan kami berikan kepada WBP dalam bentuk premi dan sebagian lagi akan disetorkan ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” ujar Kasubsi Giatja.
Kasubsi Giatja mengajak salah satu WBP untuk mengantarkan langsung produk pesanan tersebut kepada pelanggan, menegaskan bahwa ini menjadi suatu bukti bahwa Lapas Tahuna telah memberikan pembinaan kepada WBP.
Selain pembinaan kerohanian dan kepribadian, juga diberikan pelatihan berbagai macam keterampilan di bengkel kerja Lapas Tahuna, sesuai minat dan bakat masing – masing WBP sebagai bekal di kemudian hari setelah menyelesaikan masa hukuman dan kembali ke masyarakat.
Beberapa pelanggan yang telah melihat langsung hasil karya WBP Lapas Tahuna, pada umumnya menyatakan rasa puas dan akan membeli lagi, karena memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk serupa yang beredar dipasaran serta cukup bersaing dalam segi harga.
Selain berbagai kerajinan yang dikerjakan, Lapas Tahuna juga memiliki program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, yang memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan yang produktif dengan ditanami berbagai macam sayur mayur, dan hasil panennya di jual ke pedagang di pasar tradisonal terdekat.(Gops-07)



























