Korban Tanah Longsor di Perkamil, kecamatan Paal 2
Manado, SwaraKawanua.ID-Hujan lebat disertai tiupan angin kencang mengguyur kota Manado sejak tadi malam hingga siang ini membuat masyarakat kota Manado kini dalam kondisi ketakutan. Ketakutan itu tidak lepas ingatan masyarakat kota Manado akan banjir bandang 2014 silam.


Kondisi kota Manado kini dikepuang banjir dan tanah longsor serta luapan air ke jalan-jalan utama bahkan ke rumah-rumah penduduk. Banjir mulai terlihat di pemukiman masyarakat seperti Tikala, Wanea daerah Tanjung Batu, Sario daera banjer, Malalayang serta sejumlah tempat lainnya di kota Manado.

Pantuan SwaraKawanua.ID di sela-sela hujan deras, pohon-pohon besar di sepanjang jalan di kota Manado banyak yang roboh. Beberapa ruas jalan utama harus ditutup sementara seperti akses jalan ke Tikala karena genangan air cukup tinggi persisnya di kawasan SPBU Tikala. Begitu juga dengan akses jalan ke Sario sulit dilewati kendaraan karena air meluap ke permukaan jalan cukup tinggi.


Masyarakat yang berada di daerah aliran sungai mulai mengungsi ke tempat-tempat aman karena kwatir banjir akan semakin ganas akibat hujan belum-belum juga berhenti. Di daerah Perkamil, kecamatan Paal 2, tanah longsor telah menelan korban jiwa. Bahkan dikabarkan satu keluarga meninggal dunia akibat tanah longsor di daerah Perkamil tersebut. (dns)


























