Mobil Kedapatan Sedot Solar Subsidi di SPBU, Dirreskrimsus Polda Sulut Diminta Tangkap Mafia Solar Fokla

Caption: Mobil Milik Mafia Solar Masih di Polda Sulut. (*).

Manado, Swarakawanua.id-Salah satu kendaraan panther hitam dengan nomor polisi DB 1707 ML milik Ci Vokla diduga milik mafia solar Talawan yang disebut-sebut Ci Ola alias Fokla, Jumat (21/07) resmi ditahan pihak Polda Sulut.

Akibatnya, seorang rohaniawan pengendara Panther digampar Direktur Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulut, Kombes Pol Stefanus Tamutuan, yang saat itu turun lapangan untuk melihat aksi mafia solar.

Berdasarkan data dan informasi, operasi tangkap tangan yang dilakukan Dirreskrimsus Polda Sulut saat dirinya melakukan pengisian bahan bakar di lokasi SPBU Interchage Ringroad yang disebut-sebut milik pejabat paling besar di Sulut

Saat Berada di lokasi, Dirreskrimsus Polda bersama tim kala itu merasa curiga dengan mobil Panther yang melakukan pengisian bahan bakar solar.

Saat itu juga, Dirreskrimus Polda bersama tim langsung lakukan pemeriksaan. Alhasil, panther hitam dengan nomor polisi DB 1707 ML milik Ci Vokla diduga mafia solar Talawan berhasil diamankan dan kemudian digiring ke Polda Sulut untuk dilakukan pemeriksaan.

Maikel salah satu pengendara di lokasi mengatakan, saat itu sopir pengendara panther hitam digampar oleh Polisi sebelum di bawah ke Polda Sulut. “Yang kami lihat, saat penangkapan sopir pengendara Panter memang digampar oleh salah satu polisi, yang katanya Dirreskrim Polda Sulut,” akunya.

Sampai saat ini, mobil penyedot BBM bersubsidi secara ilegal di sejumlah SPBU di Sulut ini masih berada di markas Polda Sulut sebagai barang bukti.

Sayangnya, oknum mafia solar Ci Fokla belum diseret pihak Polda Sulut, padahal Ci Fokla merupakan ‘aktor’ di balik semua ini.

Pengamat Publik yakni Terry Umboh meminta Direskrimsus Polda Sulut untuk menangkap mafia solar Vokla, karena sudah ada barang bukti yang di bawa ke markas Polda Sulut. “Sudah ada barang bukti berupa mobil modivikasi dan telah sedot solar dan tidak ada alasan untuk menyeret Fokla ke Polda Sulut, ” tukas Terry Umboh. (Danz*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed