.Caption::Kebakaran TPA Baru-baru ini.(*)?
Manado,Swarakawanua.id-Kebakaran TPA Sumompo sempat menjadi perhatian elemen masyarakat Manado dan Sulut umumnya tak terkecuali Mantan Kadiv Humas Pori, Irjen Pol. Purna DR Ronny F. Sompie SH, MH, baru-baru ini.
Menurutnya, untuk mengetahui penyebab kebakaran TPA Sumompo, maka harus dilakukan penyelidikan dari Tim Penyidik bekerja sama dengan Tim ahli Labfor Polri dan Tim Ahli dari Dinas Pemadam Kebakaran supaya dapat mengetahui dan menemukan titik awal api.
Namun demikian, berdasarkan pengalaman kebakaran TPA di Bandung beberapa waktu lalu, seyogyanya antisipasi bersama seluruh stakeholder terhadap kemungkinan terjadi kebakaran di TPA Sumompo sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum kejadian.
Artinya, kata Ronny Sompie yang juga mantan Kapolda Bali ini, perlu membenahi manajemen pengelolaan sampah, sehingga tidak lagi menumpuk sampah yabt mudah terbakar di TPS yang kemudian harus dibawa ke TPA.
“Cukup saja sejak dari asal sampah, masyarakat sudah belajar memisahkan sampah plastik, kertas dan bahan yg mudah terbakar utk disalurkan ke Bank Sampah, tidak lagi disertakan ke TPS atau disatukan di tumpukan sampah di rumah sebagaimana sebelumnya,” saran Bacaleg DPR RI Dapil Sulut Partai Golkar Nomor Urut 3 ini.
Demikian juga Mantan Dirjen Imigrasi Kemenkumham mengatakan, sampah organik yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan bahan pupuk organik sudah bisa disalurkan ke lokasi pembuatan pupuk organik.
“Berbeda lagi dengan Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) yang perlu secara khusus disalurkan kepada penampung B3 untuk dilakukan treatment tersendiri oleh perusahaan yg sudah memiliki izin dari Kemen Lingkungan Hidup,” jelas putra asli Tonsea asal Desa Sukur, Minahasa Utara ini.
Namun begitu, kebakaran di TPA ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua tentang betapa pentingnya manajemen pengelolaan sampah itu dikerjakan secara bekerja sama dan profesional dari seluruh stakeholder terkait tidak hanya Pemerintah.
Bukan bertanya : “Mengapa TPA Sumompo dipakai lagi ?”
Yg pas sekarang ini adalah bekerja sama :
- Untuk sesegera mungkin memadamkan api sampai tidak berkembang lagi.
- Mencari SOLUSI bersama untuk mengelola sampah tidak lagi disatukan di TPA, tetapi dibagi minimal 3 bagian sbb :
a. Sampah plastik dan kertas juga karton yg bisa didaur ulang kembali melalui Bank Sampah.
b. Sampah organik :
- Bekas makanan yg bisa dijadikan pupuk organik
- Sisa kayu, serbuk kayu dan daun2 bisa juga dijadikan pupuk organik
c. Bahan Beracun Berbahaya (B3) yg dikelola secara khusus
Dengan demikian, maka untuk TPA tidak akan menampung lagi sampah yang setiap hari menumpuk, karena sejak dari rumah, pasar, kantor, lokasi tempat hiburan, mall, dan area publik lainnya sudah dibagi tiga bagian sampah tadi.
“Tukang pengangkut sampah tidak lagi sulit menyalurkannya, bahkan utk sampah bukan organik seperti plastik, karton dan kertas sudah dibawah langsung oleh penghasil sampah ke Bank Sampah yg disediakan oleh Pemerintah dan Swasta,” ungkap Dia.
Sementara sampah organiik kata Ronny Sompie sudah langsung dibawa ke penampungan bahan baku pupuk organik yg juga dikelola pemerintah dan swasta ataupun UMKM. (Danz*).




























