Manado, Swarakawanua. Id-Dari 40 anggota DPRD Kota Manado periode 2019-2024 hanya beberapa legislator Manado saja yang dikenal paling vokal menjadi corong rakyat di parlemen Manado.
Sebut saja, Hengky Kawalo, Boby Daud, Dolfie Angkouw, Franklin Sinyal, Benny Parasan, Fredrik Tangkaouw, Adri Laikun (wakil ketua dewan) dan Jeane Laluyan.
Namun dari mereka yang kembali maju di Pemilu 2024 ini kecuali Jeane Laluyan yang maju di Dapil Manado ke DPRD Sulut dan Benny Parasan tak mencalonkan diri, ternyata hanya Dolfie Angkouw yang kembali terpilih untuk periode 2024-2029 sebagai wakil rakyat.
Dolfie Angkouw dari Partai Golkar Nomor Urut 1 Dapil Sario Malalayang meraup suara 2.300 lebih. Perolehan itu membuat Partai Golkar Manado mengamankan satu kursi ke DPRD Manado dari Dapil Sario Malalayang dengan jumlah suara partai nyaris sentuh angka 5 ribu.
Sehingga hanya Dolfie Angkouw yang disebut ‘macan paripurna’ yang menjadi andalan di DPRD Kota Manado saat berhadapan dengan pihak eksekutif (Pemkot) dalam berbagai agenda rakyat.
Karena para legislator kaliber yang sudah disebutkan di atas itu, tidak lolos dalam Pemilu 2024 ini.
Dolfie Angkouw yang dikenal sejauh ini, sangat dihitung oleh pihak eksekutif dalam hal ini Walikota dan wawali Manado serta pejabat teras di lingkup Pemkot Manado. Karena ‘teriakan-teriakannya’ yang sangat kritis terhadap Pemkot Manado dalam membela kepentingan masyarakat Manado terlebih khusus warga yang tinggal dapil Sario Malalayang.
Jika para anggota dewan Manado kaliber lainnya selalu ‘cuap-cuap’ di rapat paripurna saling “baku backup”, maka Dolfie Angkouw tidak demikian.
Walaupun sendiri membawa kepentingan rakyat tapi suara Dolfie Angkouw yang adalah Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Manado, menjadi prioritas pihak eksekutif, karena mereka ‘takut’ bersinggungan dengan sosok mantan Ketua KPU Manado dua periode ini. (Danz*).





















