Manado,Swarakawanua.iid-Setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo, seluruh kepala daerah yakni Gubernur dan bupati/walikota wajib mengikuti kegiatan di Magelang dari tanggal 21-28 Februari 2025.
Kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh kepala daerah atas perintah presiden itu mulai dilawan oleh para kepala daerah produk PDIP.
Para kepala daerah produk PDIP Itu tidak semuanya pergi ke Magelang karena patuh terhadap edaran partai yang ditandatangani langsung oleh Ketum Megawati. Sebaliknya juga ada kepala daerah PDIP yang membangkang terhadap edaran parta.
Salah satu kepala daerah produk PDIP yang membangkang terhadap partai yakni Walikota Manado, Andrei Angouw (AA).
AA memilih loyal kepada Gubernur Sulut yang juga Ketua Partai Gerindra YSK dan terlebih terhadap Presiden RI Prabowo.
AA kepala daerah produk PDIP yang mengikuti kegiatan ret-,ret bersama YSK dan sejumlah kepala daerah lainnya di Sulut yang bukan produk PDIP..
Sedangkan 7 kepala daerah produk PDIP di Sulut minus walikota Manado tidak mengikuti kegiatan di Magelang.
ini menandahkan bahwa AA akan banting stir ke Partai Getindra dan meninggalkan PDIP.
Jika AA akan berlabuh di Gerindra, maka akan terjadi perubahan di tubuh perintahan Kota Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw.
Terutama di tubuh BUMD Kota Manado yakni Perumda Pasar dan PDAM.
Tidak menutup kemungkinan Gerindra akan meminta jatah perusahan daerah, karena AA sudah satu komando dengan YSK dan Prabowo.
.
Dengan demikian, gambaran sementara atau tanda tanda sosok Benny Parasan akan sangat layak didorong oleh partai ke Perumda Pasar Manado. menggantilkan Lucky Senduk yang kini diperhdapkan persoalan hukum di Polda Sulut. Belum lagi, kader-kader partai lainnya akan berbondong-bondong merebut jabatan strategis menggantikan kadet-kader PDIP yang saat asyik menikmati kemenangan partai PDIP di Pilkada Manado 2024.. (Danz*).



























