Caption: Dari Kiri Boy Pandean dan A.P. Lende
Manado, SwaraKawanua.ID-Perseteruan antara camat dan bawahannya sekretaris camat (Sekcam) kecamatan Bunaken, makin panas dan tak terkendali. Ujung-ujungnya Camat Bunaken Boy Pandean akan diseret ke ranah hukum oleh Sekcam, A.P Lende.
Kepada SwaraKawanua.ID, Sekcam Bunaken menuturkan, sebagai seorang atasan Camat Boy Pandean tidak beretika, karena telah mempermalukan dirinya di ruang publik. “Dia harus minta maaf kepada saya secara terbuka karena Boy pempermalukan saya dalam hearing dengan Komisi A. Apa yang disangkakan kepada saya merupakan sebuah pembohongan publik dan pencemaran nama baik,” terang Sekcam.
Lanjut dikatakannya, camat BOY telah menyangka dirinya(Sekcam, red) dirinya telah membocorkan DPA kecamatan Bunaken ke publik. “Itu tidak benar. dia tidak punya bukti menuding saya. Bukan itu saja, banyak hal yang disampaikan kepada saya sama sekali sebuah fitnah,” tegas Lende di depan kantor DPRD kota Manado, Kamis (18/02/2021) tadi.
Kendati begitu, Lende masih membuka pintu maaf kepada Boy Pandean dalam waktu ndekat ini, untuk meminta maaf secara terbuka ke ruang publik. Dalam hal ini, lanjut dia, harus minta maaf kepada dirinya dalam agenda hearing persoalan THl kecamatan Bunaken yang kerap dijadikan sapi perah oleh camat Boy Panden tapi tidak digaji. Karena hearing itu juga dihadiri Ketua Komisi Benny Parasan, Bobby Daud,. Vanda Pinontoan dan legislator lainnya juga.
“Kasihan 7 bulan mereka kerja tidak digaji padahal mereka di suru ke sana-kemari,” ucap Lende. Dia mengatakan banyak hal keganjilan di tempat kerjanya tapi dirinya sebagai pejabat publik tak mau membocorkan hal-hal demikian. “Nanti aparat hukum yang telusuri, karena sebagai pejabat saja selama setahun, biaya BBM saya tidak diberikan,” beber putra Sangihe ini. (dns)
.




























