Caption: Pasar Murah Yang Digelar Pemprov Suluf di Minsel. (*).
Manado,Swarakawanua.id-Kenaikan harga sembako terlebih khusus harga beras menyentuh angka 17 ribu per Kg di pasaran membuat masyarakat Sulut menjerit dan teriak-teriak kesalahan di Medsos ditumpukan kepada Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK).
Padahal kenaikan harga sembako di pasaran menjadi tanggung jawab semua kepala daerah di Sulut yakni bukan saja Gubernur YSK tapi juga bupati dan walikota yang punya wilayah dan rakyat.
Aktivis Sulut Jeffrey Sorongan mengatakan, bupati dan walikota di wilayah Sulut harus segera menggelar operasi harga sembako di pasaran. Karena dikhatirkan terjadi lompatan harga beras gila-gilaan saat ini, karena diduga ada permainan harga oleh pihak-pihak tertentu saat.
Karena itu, kata Ketua PAMI Perjuangan ini, bupati-walikota harus menunjang Gubernur YSK mengatasi permasalahan. kenaikkan harga beras tersebut.
“Pak Gubernur YSK melalui Pemprov Sulut gelar operasi harga sembako serta bikin pasar murah dan harus dicontohi oleh semua bupati dan walikota. Sehingga persoalan perut rakyat ini segera teratasi dan diharapkan tidak ada lagi permainan harga di lapangan oleh agen bahkan pengumpul sembako,” tutur Sororongan yang juga pengamat publik ini. (Danz*)…


























