Manado,Swarakawanua.ID-Wajar saja jika lulusan Polimdo Manado banyak langsung dipakai di dunia kerja baik di Manado, Sulut bahkan di Tanah Air.
Itu karena jebolan kampus Polimdo rata-rata berkualitas karena dibekali skil khusus selama menimbah ilmu baik itu melalui tenaga dosen di kampus ataupun tenaga ahli pengajar dari luar bahkan perusahan-peruaahan ahli-ahli teknologi juga melakukan kerja sama dengan kampus Polimdo dalam rangka mempertajam kualitas mahasiswa Polimdo.
Salah satu kegiatan dalam rangka meningkatkan pehaman teknologi artificial intelligence (AI) melalui kegiatan AI Ready ASEAN bersama Coding Bee Academy digelar di Kampus Polimdo.
Program AI Ready ASEAN menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat ASEAN terhadap teknologi AI, terutama bagi kalangan pendidik dan generasi muda.
Dalam kegiatan itu, Coding Bee Academy menghadirkan dua pembicara, yakni Fathmayayuta F, Koordinator Kemitraan Strategis Coding Bee Academy, serta Benareli Evan Wirasetya, Pimpinan Coding Bee Academy Manado sekaligus CEO Hive Edu.
Para mahasiswa dibekali pemahaman mengenai dasar-dasar AI, manfaat dan risiko penggunaan AI, etika digital, teknik membuat prompt, literasi digital, hingga pentingnya berpikir komputasional.
Materi pelatihan juga menekankan bahwa AI pada dasarnya merupakan alat bantu atau tools. Karena itu, manusia tetap perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami konteks, serta bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Fathmayayuta mengatakan, pemahaman terhadap AI menjadi semakin penting karena teknologi tersebut kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan dan pekerjaan.
Menurut dia, AI dapat memberikan banyak manfaat jika digunakan secara benar. Namun, pengguna juga harus memahami batasan dan etika dalam pemanfaatannya.
“Perlu diketahui, penggunaan AI juga harus beretika. Jadi harus berhati-hati pula menggunakan AI,” ujar Fathmayayuta.
Sementara itu, Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo MBA, menyampaikan bahwa perkembangan AI saat ini berlangsung sangat cepat dibandingkan beberapa tahun lalu.
Ia mengenang, pada 2016 AI masih dianggap sebagai teknologi yang asing bagi banyak kalangan. Namun, saat ini AI sudah berkembang luas dan digunakan dalam berbagai bidang.
“Pada tahun 2016 pernah ada tamu dari Jepang yang mempresentasikan AI. Saat itu orang masih bertanya-tanya apa itu AI. Namun sekarang AI sudah sangat marak,” ujar Alelo.
Alelo menilai, kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa Polimdo untuk belajar langsung dari praktisi yang bergerak di bidang teknologi digital dan pengembangan AI.
“Para mahasiswa harus bersyukur bisa menerima sharing. Coding Bee Academy mau membagikan pengalaman dan bercakap-cakap sebagai seorang kakak kepada adik-adik mahasiswa,” katanya.
Ia berharap mahasiswa Polimdo tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara kerja, manfaat, risiko, dan etika dalam memanfaatkan AI.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Polimdo diharapkan semakin siap menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi digital dan kecerdasan buatan. (Danz}.





















