MINUT, SwaraKawanua.id – Soal penertiban Pedagan Kaki Lima (PKL) di area zero-point jalan Soekarno/SBY hari Senin (22/3/2021) lalu, langsung disikapi tegas Plt Kadis Perkim Minut, Donald Tintingon.
Tintingon mengatakan, lapak yang dibongkar Dinas Perkim dan Satpol PP mengksekusi lapak dengan beberapa alasan terutama lapak tak memilik penghuni langsung di bongkar. “Kami tidak membongkar lapak PKL secara paksa, kami hanya membongkar yang kosong bukan ada penjualnya,” ungkapnya.
Ia menerangkan sebelumnya 14 Maret silam telah diberikan surat teguran pertama dan telah ada beberapa dari mereka sudah membongkar sendiri kemudian memindahkan bangunan. Lanjut diungkapannya, pemerintah daerah juga telah menyiapkan lahan untuk mereka berdagang. “Kami telah menyiapkan tempat buat mereka yaitu di belakang pos polis zero-point,” tutur Tintingon.
Keberadaan zero-point dan aktivitas ini tidak lepas dari perhatian Bupati Minahasa Utara Joune J E Ganda SE (JG) yang sarat pengalaman yang ditimbanya dari luar daerah. JG berniat memperbaiki dan mempercantik area zero-point, apalagi dalam rangka menyambut Minut adalah kabupaten Ekowisata kelas dunia.
“Zerro Point punya pesona yang akan saya jadikan ikon wisata Minut. Makanya, harus ditertibkan dan ditata lebih apik, agar tidak tumpang-tindih. Upaya yang kita lakukan itu bukan semata untuk merugikan masyarakat, namun semua butuh penataan serius agar pemandangan jadi lebih bagus. Setahu saya, pemkab sudah menyediakan lahan untuk lokasi berniaga tanpa ada resiko,” ungkap Bupati, Selasa (23/3/21).(Mesakh)


























