Swarakawanua.id-Lelaki Nyondoro, 66 asal Simbabwe, dia sudah memiliki 16 istri dan 151 anak termasuk anak tiri, namun bersiap untuk menikah lagi dengan perempuan muda yang memiliki libido tinggi.
Dia tidur dengan empat dari 16 istrinya semalam karena ingin memiliki lebih banyak keturunan sebagai bagian dari “proyek poligami” selama 38 tahun.
Nyandoro yang tak pernah puas mengeklaim bahwa pekerjaan penuh waktunya adalah memuaskan 16 istrinya.
Meskipun berusia 66 tahun, dia mengeluh bahwa dia perlu terus menikahi wanita yang lebih muda karena istri yang lebih tua tidak dapat mengikuti langkahnya yang mengkhawatirkan.
Mengutip media lokal, The Herald, kemarin (11/5/2021), Nyandoro tidak bekerja. Namun, dia menikmati kehidupan mewah berkat anak-anaknya, yang katanya menghujaninya dengan hadiah dan uang. Sedangkan istrinya memasak, bersih-bersih dan memenuhi setiap keinginannya.
Ayah dari 151 ini tidak memiliki rencana untuk bersantai dan sekarang bersiap untuk menikahi perempuan muda untuk dijadikan istri ke-17.
Nyandoro mengatakan bahwa andai dia bisa mengelolanya, dia akan memiliki 100 istri dan akan memiliki 1.000 anak.
Pensiunan veteran perang dari Zimbabwe itu mengatakan dia tidak bekerja karena pekerjaan penuh waktunya adalah memuaskan istri-istrinya.
“Apa yang saya lakukan di sini adalah menyelesaikan proyek saya. Sebuah proyek poligami yang saya mulai pada tahun 1983 dan tidak bermaksud untuk berhenti sampai kematian membawa saya pergi,” katanya.
“Saat ini saya sedang merencanakan pernikahan saya yang ke-17 dengan upacara yang diperkirakan akan berlangsung musim dingin ini.”
Pria berusia 66 tahun itu mengaku tidak merasakan beban keuangan karena memiliki lebih dari 150 anak dan mengeklaim bahwa dia benar-benar mendapat manfaat dari keluarga besarnya.
“Anak-anak saya memanjakan saya. Saya terus-menerus menerima hadiah dan uang tunai dari mereka dan putra tiri saya,” ujarnya.
Dua istrinya kini tengah hamil. Setidaknya 23 putranya sudah menikah, salah satunya mengikuti jejak ayahnya dengan memiliki empat istri.
Meski memiliki 16 istri, Nyandoro mengaku tidak pernah stres. Bahkan, dia mengaku tidak pernah bekerja dan masing-masing istrinya menyayanginya.
Masing-masing dari istrinya tersebut juga memasakkan makanan terpisah untuknya.
“Setiap istri saya memasak untuk saya setiap hari tetapi aturannya adalah saya hanya makan makanan lezat, apa pun yang saya rasa di bawah standar akan dibuang,” kata Nyandoro.
“Mereka tahu aturannya dan berjanji tidak akan marah ketika saya mengirim makanan mereka kembali,” sambung Nyandoro.
Dia menambahkan, setiap makanan yang dikembalikan harusnya menjadi pelajaran bagi istrinya.
Terakhir kali, dia menikah pada 2015 dan kemudian mengambil jeda sejenak karena situasi ekonomi yang buruk di Zimbabwe.
Nyandoro bahkan telah berencana menikah pada 2021 alias tahun ini.Nyandoro yang tak pernah puas mengeklaim bahwa pekerjaan penuh waktunya adalah memuaskan 16 istrinya.
Meskipun berusia 66 tahun, dia mengeluh bahwa dia perlu terus menikahi wanita yang lebih muda karena istri yang lebih tua tidak dapat mengikuti langkahnya yang mengkhawatirkan
Mengutip media lokal, The Herald, kemarin (11/5/2021), Nyandoro tidak bekerja. Namun, dia menikmati kehidupan mewah berkat anak-anaknya, yang katanya menghujaninya dengan hadiah dan uang. Sedangkan istrinya memasak, bersih-bersih dan memenuhi setiap keinginannya.
Ayah dari 151 ini tidak memiliki rencana untuk bersantai dan sekarang bersiap untuk menikahi perempuan muda untuk dijadikan istri ke-17.
Nyandoro mengatakan bahwa andai dia bisa mengelolanya, dia akan memiliki 100 istri dan akan memiliki 1.000 anak.
Pensiunan veteran perang dari Zimbabwe itu mengatakan dia tidak bekerja karena pekerjaan penuh waktunya adalah memuaskan istri-istrinya.
“Apa yang saya lakukan di sini adalah menyelesaikan proyek saya. Sebuah proyek poligami yang saya mulai pada tahun 1983 dan tidak bermaksud untuk berhenti sampai kematian membawa saya pergi,” katanya.
“Saat ini saya sedang merencanakan pernikahan saya yang ke-17 dengan upacara yang diperkirakan akan berlangsung musim dingin ini.”
Pria berusia 66 tahun itu mengaku tidak merasakan beban keuangan karena memiliki lebih dari 150 anak dan mengeklaim bahwa dia benar-benar mendapat manfaat dari keluarga besarnya.
“Anak-anak saya memanjakan saya. Saya terus-menerus menerima hadiah dan uang tunai dari mereka dan putra tiri saya,” ujarnya. (dns).




























