Manado, Swarakawanua.id-Walaupun pasien datang belum mendaftar ke pihak manejemen Rumah Sakit (RS) Manado Medical Center Manado (MMC) yang terletak di kawasan Paal 2, namun pihak rumah sakit melalui tenaga medis yakni dokter dan perawat langsung melakukan penanganan di tempat tersebut. Dan tidak pernah melelantarkan pasien yang datang ke situ ,(RS red).
Padahal karyawan dan tenaga medis RS sementara melakukan kegiatan peribadatan, namun pihak manajemen langsung gerak cepat menangani pasien yang datang pada hari Minggu (22/08/2021) sekitar pukul 14.02 dengan kondisi kritis yakni tubuh membiru disertai muntah-muntah, bahkan tak sadarkan diri.
Sebagaimana diterangkan Adrian dari manajemen RS Medical Center, riwayat medic pasien datang tidak sadarkan diri, penuh muntah di seluruh tubuh, keluar nasi dari hidung.
Selanjutnya, saturasi tidak terbaca
TD/N tidak teraba
Kep : CA-/- SI -/- Pupil Midriasis total
Th: tidak ada pergerakan dada, tidak terdengar suara napas dan jantung
Abd: tidak terdengar BU
Ext: akral dingin, crt lebih dari 2detik, sianosis.
Kemudian dilakukan RJP 10 siklus + bagging
14.15 : dilakukan EKG (flat).
Namun untung tak diraih, ajal menjemput pasien yang datang ke RS Medical Center pada, Minggu (22/08/2021) kemarin.
pasien dinyatakan meninggal dunia di hadapan keluarga pada saat itu.
Padahal berbagai upaya penanganan pasien sudah dilakukan tim dokter dari RS Medical Center Manado.
Namun begitu, keluarga pasien tidak menerima kalau pasien telah meninggal dan bersikeras bahwa pasien masih hidup Walaupun hasil pemeriksaan fisik dan penunjang menunjukkan sebaliknya.
Upaya penanganan sudah dilakukan sangat maksimal, namun keluarga menyudutkan pihak rumah sakit. Padahal penanganan tim dokter terhadap pasien terekam jelas CCTV rumah sakit tersebut.
Sehingga manajemen berharap pihak-pihak tidak menyebarkan informasi yang tidak benar terhadap rumah sakit karena tim dokter sudah melakukan penanganan super maksimal. Pihak manajemen rumah sakit Medical Center Manado ikut berduka cita atas meninggalnya pasien yang sudah dijemput ajal, walau pihaknya sudah maksimal lakukan penanganan. (Danz).


























