Minut, Swarakawanua.id – Jika nantinya Gubernur Sulawesii Utara (Sulut) Olly Dondokambey harus memenuh keterpanggilannya ke jabatan menteri (Kabinet Jokowi-Maruf), otomatis kebijakan partai akan menggeser Wakil Gubernur Steven Kandouw menjadi Gubernur.
Kalau hal itu benar-benar terjadi, siapakah sosok yang tepat menjadi tandem Steven Kandouw?. “Kalau saya punya kewenangan untuk menentukan, tentu saja saya pilih Ibu Adriana Dondokambey,” ujar Taufik Tumbelaka pengamat politik dan pemerintahan Sulut kepada media ini, Rabu (1/12/2021).
Ditanya apa alasannya sehingga Taufik menyebut Adriana Dondokambey, sementara di kubu PDIP sendiri begitu banyak figur berpengaruh, dan berkualitas diatas rata-rata.
“Selain beliau mantan birokrat (Eselon II semasa masih ASN di Pemkot Bitung) dulu, dari segi politik juga Ibu Adriana sudah tak perlu diragukan lagi, sebab dia juga pernah terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulaweai Utara,” bebernya.
Dikatakan Taufik juga, dalam kehidupan sehari-hari, sosok Adriana Dondokambey sangat tidak asing dengan eksekutif, legislatif bahkan masyarakat Sulut, sebab politisi srikandi asal Kabupaten Minahasa Utara itu sangat berperan aktif dengan berbagai organisasi.
“Seorang politisi sekelas Adirana masih dilengkapi dengan jabatan sosial, bukanlah hal gampang. Sementara dia sekarang memegang jabatan Ketua Wanita Kaum Ibu (WKI), Ketua Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDIP Sulawesi Utara, bahkan masih berstatus Anggota Komisi X DPR RI,” urai Tumbelaka.
Menilai sederetan back-ground srikandi PDIP tersebut, menurut Taufik, dia yakin hanya Adriana Dondokambey saja figur paling tepat mendampingi Steven Kandouw untuk menahkodai bahtera Pemerintah Provinsi Sulaweai Utara di sisa jabatan OD-SK kedepan nanti.
“Politisi komplit birokrat sejati ditubuh Adriana Dondokambey tak perlu dipertimbangkan lagi. Dapat dibayangkan kinerja pasangan Steven Kandouw – Adriana Dondokambey untuk Sulut yang kita cintai ini. Dan jika iru terwujud, Adriana Dondokambey juga nanti meruoakan Wakil Gubernur Sulut keterwakilan perempuan pertama kalinya,” tandas jebolan dan mantan aktivis UGM 1995 itu.
(***/Mesakh)


























