Pesan Natal Ketua Golkar Manado, Politik Bisa Tawar-menawar, Kerukunan Tak Ada Negosiasi!

Manado, Swarakawanua.id-Umat Kristiani yang ada di bawah kolong langit akan memperingati sekaligus merayakan kelahiran Sang Juru Selamat Yesus Kristus 25 Desember 2021.

Memaknai serta mengimplementasikan hari spesial bagi Umat Kristiani di muka bumi termasuk di kota Manado, maka Ketua Golkar Manado Maykel Damapolii alias Teba menyambut dengan penuh suka cita iman.

Untuk itu, Ketua Golkar Manado mengajak masyarakat dan kader Golkar untuk semakin menebalkan iman.

“Kita takut pada Tuhan, kita berserah diri ke hadapanNya secara total, dan dalam penyerahan diri itulah kita menemukan diri kita yang sejati, kita menemukan tempat kita sebagai makhluk yang taat, jujur, setia, kreatif, serta memandang masa depan dengan penuh optimisme,” ujar Teba sapaan akrab Ketua Golkar Manado.

Dikatakannya, Partai Golkar, sebagai partai kebangsaan, mempunyai berbagai program di bidang keagamaan.

Agama menjadi landasan moral dalam pembangunan bangsa dan national character building. Lebih jauh dari pada itu, agama juga menjadi faktor motivasi yang mendorong kita semua untuk berbuat dan berkarya bagi rakyat.

Oleh karena itu, katanya, kegiatan keagamaan dalam Partai Golkar terus dilaksanakan dan diarahkan bukan hanya untuk menciptakan kesemarakan beragama secara eksoterik (lahiriah) semata, melainkan juga kesemarakan batiniah (esoterik).

Bahkan lebih jauh daripada itu juga diarahkan untuk memperkokoh toleransi dan kerukunan antar umat beragama demi memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang majemuk ini yang ada di kota Manado.

Lanjut dia, kemajemukan adalah kekuatan kita. Dia mencontohkan, lautan adalah pemersatu kepulauan, bukan pemisah dan sumber perbedaan. Dalam konteks dan perspektif seperti inilah yang dipandang oleh Partai Golkar.

. “Golkar Manado tidak akan pernah melakukan tawar menawar dalam urusan toleransi, kedaiaman, serta kemajemukan yang ada di kota Manado,” jelas dia.

Bagi Golkar, toleransi dan kebhinekaan adalah harga mati. Untuk banyak hal lainnya, Golkar sanggup bernegosiasi, tawar menawar dalam kerangka berpolitik yang sehat dan normal.

Tetapi kalau urusannya adalah kerukunan beragama dan persatuan maka tidak ada negosiasi, tidak ada politicking, tidak ada kata lain selain Pancasila, UUD45 dan NKRI. (Danz).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *