Caption: Kantor Sinode GMIM Akan Masuk BPMS Periode 2022-2027 nanti. (*).
Manado, Swarakawanua.id-Warga GMIM akan merayakan pesta iman dalam pemilihan pelayanan khusus dan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) pada bulan Maret mendatang.
Namun sebelum kegiatan pemilihan dilakukan, nominasi BIPRA Sinode maupun BPMS periode 2022-2027, sedang dilakukan oleh jemaat-jemaat di wilayah GMIM lewat sidang majelis jemaat dan disahkan oleh Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMW).
Namun yang terjadi saat ini di sejumlah wilayah, kegiatan pemilihan BPMS bak dijadikan ajang politik oleh oknum-oknum ketua wilayah. Karena tidak lagi, memikirkan kegiatan pemilihan sebagai ajang pelayanan penerapan kasih dalam pesta iman warga GMIM tapi cenderung takut kehilangan jabatan pelayanan di wilayah.
Buktinya, salah satu ketua BPMW di Kota Cakalang Bitung enggan mensahkan nominasi yang diusulkan oleh salah satu jemaat, karena nama salah satu Pendeta perempuan diusulkan sebagai nominasi BPMS.
” Salah satu ketua wilayah di Kota Cakalang Bitung belum mau sahkan nominasi dari salah satu jemaat, karena nama salah satu pendeta direkomendasi masuk nominasi BPMS oleh salah satu jemaat di wilayah tersebut,” ujar salah satu Hamba Tuhan yang ikut mendoakan para pelayan Tuhan agar melakukan pemurnian pelayanan kepada Tuhan dan jemaat dalam menjaga marwah organisasi GMIM di tengah-tengah berjemaat dan bermasyarakat.
Serta meminta para ketua jemaat dan wilayah benar-benar membuka ruang kesempatan pesta iman secara demokratis kepada warga GMIM terlebih utusan pelsus dan pendeta dalam menominasi ke BPMS, sebelum pemilihan dilakukan tanggal 25 Maret nanti.
“Jadikan pemilihan BPMS sebagai pelayanan kasih untuk melayani jemaat terlebih Tuhan,” ungkap salah seorang Pendeta yang enggan menulis nama.
“Terserah wartawan tulis nama saya demi kebenaran,.tapi saya menjaga nama keluarga saja,” tutur hamba Tuhan via ponsel kepada Swarakawanua tadi malam. “Biarlah proses pemilihan BPMS sesuai kehendak Tuhan,” tutupnya. (Danx*).




















