Minut, Swarakawanua.id – Dua Proyek berbandrol puluhan juta di Desa Darunu, Kecamatan Wori yang dikelola oleh Hukum Tua Desa Tersebut Maytee Jacobus diduga bermasalah.
Kepada Swarakwanua.id sumber membeberkan ada dua proyek berbrandol puluhan juta pekerjaannya tidak sesuai dengan harga yang tercantum dipapan proyek.
“Dua proyek tersebut yakni pembangunan jalan usaha tani dengan anggaran Rp 81.990.00 dan rehabilitasi peningkatan sumber air bersih Rp 89.964.628,” ujar sumber yang namanya enggan dipublikasikan.
Sangat disayangkan proyek seharga puluhan juta yang dianggarkan di Dana Desa tahun 2021 terkesan asal jadi.

Contohnya saja rehabilitasi sumber air bersih anggaran yang baru saja selesai dikerjakan Januari 2022 namun tidak ada sama sekali air yang mengalir padahal menggunakan Dana Desa tahun 2021.
“Masyarakat sudah banyak yang mengeluh bahkan marah-marah karena sampai saat ini air tidak jalan. Sedangkan untuk jalan usaha tani Desember 2021 telah selesai. Tapi anehnya baru Januari sudah berlubang dan ditutup dengan semen,” beber sumber.
Ia juga mengatakan, dalam pelaksanaan dua pekerjaan tersebut Hukum Tua juga bertindak sebagai Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bahkan dalam pembelanjaan material dan pembayaran gaji para pekerja dilakukan olehnya tanpa melibatkan Kaur keuangan Desa.
“Bisa dibilang semua dipegang oleh dia (Hukum Tua) apalagi setiap kegiatan pekerjaan BPD Desa Darunu tidak dilibatkan. Kami curiga anggaran lain dialihkan untuk melakukan pekerjaan lanjutan bagi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang dari 2019 belum terselesaikan,” katanya.

Menurutnya, dari informasi yang dia dapat Pustu Desa Darunu sementara dilakukan perkerjaan dengan menggunakan Dana Desa tahap III tahun anggaran 2021.
“Pustu tersebut bermasalah sejak lama dan semenjak dia menjabat lagi sebagai Hukum Tua Darunu sudah beberapa kali ada pekerjaan ditempat itu. Kami masyarakat ingin hal ini diperiksa oleh pihak berwajib karena jelas-jelas ada yang tidak benar dengan pekerjaan di Desa kami,” pungkasnya.

Sementara Kumtua Darunu Maytee Jacobus ketika dikonfirmasi via telepon dengan nomor 08539723XXXX. Saat ditanya apakah sedang berada dikantor Desa. “Saya tidak ke kantor, saya dirumah sedang kerja,” jawabnya.
Saat dikonfirmasi mengenai pengerjaan pembangunan rabat beton dan air bersih. Hukum tua langasung memutuskan panggilan telefon.”Saya lagi sibuk nanti saja,” jawabnya dan langsung mematikan telepon.
(Mesakh)


























