Caption: Pendeta Hein Arina (HA). (*)
Manado, Swarakawanua.id-Suksesi Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM periode 2022-2027 sementara berlangsung di Tanah Minahasa.
Dimana jemaat-jemaat sementara dan sudah melakukan penominasian bakal calon BPMS hingga batas akhir ditentukan panitia pada tanggal 10 Maret 2022.
Sementara puncak pelaksanaan pesta iman warga GMIM yakni pemilihan BPMS akan berlangsung pada tanggal 25 Maret 2022.
Dalam penominasian oleh jemaat-jemaat di wilayah GMIM muncul sejumlah nama pendeta yakni Hein Arnina yang saat ini menjabat Ketua Sinode, Dan Sompe, pendeta perempuan yakni Magritha Clara Dalos alias pendeta Ritha, Djefry Saisab, pendeta Joice Sondakh, Janny Rende, Lucky Rumopa dan Pendeta Evert Tangel.
Namun dari figur-figur yang akan duduk di BPMS, nama paling banyak dimunculkan jemaat-jemaat yakni Hein Arina atau HA dan Magritha Dalos (MD). Lalu dari dua figur itu paling layak memimpin dan menjaga marwah GMIM periode 2022-2027 atau lima tahun ke depan di.mata warga GMIM ?? Hein Arina atau Magritha Clara Dalos ?
Sesuai polling yang ramai beredar di WA, Hein Arina menempati Ketua Sinode (Ketsi) kembali terlalu kuat. Dimana Polling Arina angka 40 persen, Magritha Clara Dalos 20 persen, sedangkan 60 persen lainnya dibagi ke bakal calon lainnya. Ini menandahkan Hein Arina masih terlalu sakti dan akan dipercayakan utusan jemaat baik pendeta dan pelsus sebagai peserta BPMS nanti.
Aktiviis GMIM Maykel Lela kepada Swarakawanua.id mengatakan, incumbent Hein Arina yang saat ini menjabat ketua Sinode masih berpeluang dipilih kembali. “Ketua Sinode Hein Arina masih kuat,” ujar mantan dosen UKIT ini. Bahkan dia mengatakan yang lainnya musti bakuat, karena posisi Hein Arina sangat kuat menjabat ketua Sinode periode 2022-2027. (Danz*).




















