Minahasa, Swarakawanua.id-Anggaran BBM Jenis Solar di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa diduga kuat terjadi kong kali kong.
Hal ini diketahui dari anggaran BBM DLH yang bisa dikatakan sangat besar. Sementara diduga ada satu alat besar jenis Bulldozer yang saat ini sudah rusak, namun anehnya anggaran solarnya perbulan masih keluar, dan sudah berjalan selama 2 tahun.
Adapun beberapa alat besar lainnya jenis exkavator yang digunakan di Danau Tondano untuk mengangkat eceng godok, jam kerjanya sangat-sangat terbatas, atau hanya beberapa jam otomatis penggunaan bahan bakarnya juga terbatas dan tak sesuai dengan anggaran yang ada.

DLH mempunyai 6 alat berat yaitu terdiri dari empat exkavator besar, satu exkavator kecil, dan satu bulldozer yang sudah dua tahun rusak. Untuk dozer dan satu exkavator besar di gunakan di TPA Kulo, semantara sisanya digunakan untuk mengangkat eceng gondok di Danau Tondano.
Sementara pekerjaan di danau setelah disurvey media ini, hanya 2-3 jam sehari dan kadang tidak ada pekerjaan.
Sisa anggarannya dikemanakan? Dan untuk apa? Apakah benar ada permainan uang di dalam Dinas Lingkungan Hidup Minahasa ?
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Vicky Kalo membantah akan hal tersebut. Menurutnya semua sudah sesuai aturan.
“Ini semua tidak benar, karena semua sudah sesuai aturan dan mekanisme yang diatur,”tukasnya. (Echa)





















