Golkar Rugi Kebijakan Politik di DPRD Sulut

Manado, Swarakawanua.id-Partai Golkar merupakan salah satu fraksi terbesar di DPRD Sulut. Pasalnya, fraksi Golkar merupakan salah satu pimpinan Dewan Sulut, karena mengantongi 7 kursi di DPRD Sulut.

Namun sejak tahun lalu, fraksi Golkar rugi secara politik di lembaga dewan. Itu karena dua personil di DPRD Sulut yakni James Arthur Kojongian (JAK) dan Laverence Mayke masih ada hambatan baik di lembaga dewan maupun internal partai.

Dimana, sampai saat ini Laverance Mayke belum dilantik sebagai anggota dewan dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) kepada almarhum Winsulangi Bu Salindeho. Begitu juga dengan posisi JAK sebagai wakil ketua dewan, belum dikembalikan pada jabatan sebelumnya.

Sebagaimana informasi yang diperoleh Swarakawanua.id, walaupun surat dari Mendagri sudah dikantongi DPD Golkar Sulut melalui fraksi untuk mengembalikan jabatan JAK sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut. Namun JAK belum menempati posisi pimpinan di kantor Dewan Sulut yang berada di bilangan Kairagi Manado.

Dimana pihak lembaga Dewan Sulut belum menindaklanjuti surat dari Mendagri tersebut.

Sehingga posisi JAK sampai saat ini masih anggota dewan biasa minus jabatan di AKD. Ini berarti partai Golkar Sulut sangat dirugikan di lembaga DPRD Sulut dalam berbagai kebijakan politik.

Sedangkan Laverence Mayke belum juga duduk di DPRD Sulut mengantikan almarhum Winsulangi Salindeho, bukan karena hambatan teknis di lembaga Dewan Sulut. Tapi, PAW yang terkesan sangat lambat berproses di internal partai.

. Dua hal ini cukup lumayan merugikan partai tersebut secara politik dalam berbagai agenda di lembaga Dewan Sulut. (Danz*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *