Manado, Swarakawanua.id-Pengamat sepak bola Sulut, Irwan Komel Pakaya SSos sangat menyayangkan sikap Komite Pemilihan Askot PSSI Kota Manado yang diketuai Arci Kolonio. Dia menegaskan, pelaksanaan Muskot PSSI Kota Manado yang berlangsung di Grand Puri Hotel Manado pada Jumat (01/07/2022) telah mencederai Statuta PSSI.
Dimana pelaksanaan Muskot PSSI Kota Manado yang memilih Andre Suwu sebagai Ketua terpilih PSSI telah melanggar aturan dalam hal ini Statuta PSSI.
Oleh karena itu, Komel Irwan Pakaya dengan tegas meminta PSSI untuk memberikan hukuman terhadap Komite Pemilihan Askot PSSI Kota Manado yang sudah melanggar Statuta PSSI dalam menggelar Muskot PSSI Kota Manado. Itu karena usia Ketua Askot PSSI Kota Manado sesuai Statuta PSSI minimal.30 tahun, sementara ketua terpilih PSS Kota Manado belum mencapai usia yang ditentukan tersebut..
Sehingga Komel Pakaya yang juga memegang sejumlah jabatan stategis olahraga yakni Mantan Sekum PSSI Manado
2014 2018, mantan pemain footbaal Matra Sulut. ,Ketua Liga Mahasiswa Sulut Nasional, Ketua FOPSSI Sulut, Ketua SEAFT Sulut , Ketua DANONE Nasional INTENASIONAL Sulut menegaskan, komite pemilihan PSSI Kota Manado telah mencederai aturan yang sudah dikeluarkan PSSI.

“Statuta PSSI sudah sangat jelas, tapi Arci Cs tetap melanggar aturan tersebut. Mereka mengacaukan Statuta PSSI dalam pelaksanaan muskot sehingga Andre Suwu terpilih walaupun jelas-jelas melanggar aturan. Di sini Ketua terpilih Andre Suwu tidak salah dalam hal ini, dia hanya korban pihak Komite Pemilihan yang mengatur kegiatan Muskot PSSI Kota Manado,” jelas Irwan Komel Pakaya.
Karena itu, dia berharap ada tindakan tegas PSSI kepada Arci Cs yang selama ini melaksanakan agenda-agenda PSSI di daerah.
“Mungkin dengan adanya hukum dari PSSI agar supaya mereka lebih sadar akan penegakkan aturan di lingkup PSSI dalam menerapkan berbagai kegiatan di daerah ini,” ucap Komel.Pakaya. Komel Pakaya juga penuh penegakkan aturan oleh pihak Asprov PSSI Sulut yang diketuai Joune Ganda. Karena baginya, sepak bola Sulut ada punya warna baru saat dipimpin Joune Ganda.
“Cuma Joune Ganda yang mau berkorban bagi sepak bola Sulut sejauh ini. Kalau figur lain berbicara ingin besarkan sepak bola Sulut, bicaranya masih di awan-awan,” tukas Irwan Komel Pakaya. (Danz*).





















