Minahasa swarakawanua.id- Kasus penganiayaan seorang siswa SMP yang dilakukan oleh beberapa remaja yang terjadi dilangowan, sempat viral pada Sabtu (13/8/2022) membuat masyarakat gempar serta geram.
Pasalnya korban yang diketahui tidak mengenal para tersangka, tiba-tiba di aniaya dengan cara dipukul dengan kayu, bahkan sampai mencekoki korban dengan miras jenis catikus yang dicampur dengan Komix dan obat, sehingga mengakibatkan korban dirawat di Rumah sakit karena tidak sadarkan diri.
Kelima remaja ini telah diamankan di Polres Minahasa dan sementara menjalani pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan kepolisian, terungkap motif dan tersangka dari penganiayaan tersebut.
Dari pengakuan salah satu tersangka sebut saja Gemilang (13) yang diduga adalah otak dari penganiayaan ini, dirinya melakukan hal tersebut karena termotivasi dari tontonan konten psikopat di salah satu media sosial. Sehingga ada keinginan melakukan/mempraktekannya.
Sementara diketahui dari pengakuan para tersangka peran mereka masing-masing. selain Gemilang, ada satu org yang menahan kaki, dan ada yang menahan tangan korban, saat dicekoki miras oplosan itu, sementara dua org hanya berjaga-jaga disekitar lokasi kejadian.
Kronologis yang berawal saat korban sedang menunggu ojek untuk pulang kerumah, tiba-tiba dipukul dengan balok oleh orang yang tidak dikenal. Para tersangka sehabis melakukan aksinya langsung meninggalkan tempat itu.
Sempat berputar-putar disekitar lokasi kejadian, dan kembali menjumpai korban yang saat itu sudah dalam keadaan pusing akibat dipukul dengan balok/kayu dari belakang.Merasa takut, korban langsung dibawah ke kubur cina di Langowan dan dipaksa minum miras yang sudah di campur dengan obat-obatan.
Hal itu dilakukan agar terkesan korban tak sadar karena mabuk, bukan karena dipukul. Usai melakukan hal tersebut, kelima remaja yang mengira korban sudah tewas, akhirnya mengangkat korban dan membuang korban dijalan.

Kapolres Minahasa AKBP Tommy B Souissa melalui Kasat Reskrim AKP Edy Susanto membenarkan kejadian tersebut.”Saat ini kelimanya telah kami amankan di Polres Minahasa, dan sedang dilakukan pemeriksaan,” tukasnya.(Echa)























