Minut, Swarakawanua.id – Ada pepatah mengatakan ‘proses tidak akan mengkhianati hasil’. Mungkin hal itulah bisa menggambarkan kerja keras dan cerdas Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda- Kevin Wiliam Lotulong (JG-KWL).
Dimana kerja keras dan cerdas kedua pemimpin Minut ini membuahkan hasil. Tak tanggung-tanggung Bupati dan Wabup beberapa waktu lalu terjun langsung untuk memantau kegiatan pendaftaran e-Katalog pelaku-pelaku usaha lokal.
Hal ini pun berbuah manis dimana Kabupaten Minut berhasil menduduki peringkat pertama se-Indonesia pada Kategori Proporsi Transaksi Katalog Lokal terhadap belanja pengadaan terbesar.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia (LKPP RI) (8/9/22) Minut mengguguli 415 Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Selain itu juga data dari LKPP RI masih ada tiga kategori lainnya yaitu Peringkat dua kategori Indeks Implementasi Percepatan Katalog Lokal, Peringkat empat Kategori Nilai Transaksi Katalog Lokal Terbesar dan Peringkat delapan dari Kategori Indeks Partisipasi Pelaku Usaha Terbesar.

Bupati Joune Ganda mengatakan keberhasil ini merupakan komitmen dimana Kabupaten Minut siap menghadapi perubahan yang lebih baik.
“Dalam memperkuat regulasi harus ada strategi-strategi dengan diperkuat regulasi yang ditetapkan oleh kepala Daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan setelah mendapatkan Instruksi Presiden (Inpres) pada bulan Maret. Bersama wakil Bupati dan dinas terkait langsung mengadakan Rakor Implementasi Pelaksanaan Inpres Nomor 2 tahun 2022.
“Bulan April saya membuka bimtek e-Katalog bagi pelaku UMKM dengan menghadirkan narasumber dari LKPP-RI. Dari sinilaj tak ada henti-hentinya kami mensosialisasikan pelaksanaan e-Katalog lokal diberbagai kegiatan,” tutur Bupati Joune.

Sejauh ini lanjut Bupati hingga 20 September mendatang akan turun langsung ke semua kecamatan guna memantau kegiatan pendaftaran dengan membantu pelaku usah yang belum memiliki NIB langsung dibuatkan di tempat.
“Hal ini juga dilakukan untuk mendukun Instruksi Presiden tentang ‘Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat’,” jelasnya.
Ia menerangkan, para pengamat ekonomi memproyeksikan inflasi akan makin memburuk ada 2023. Kata dia, kita harus menyadari tujuh tahun terakhir di Juli tahun 2022 Indonesi menhadipi inflasi tertinggi.

“Kalau UMKM kita perkuat sejak tahun ini maka proyeksi bruk 2023 akan sangat membantu menahan laju inflasi,” ungkapnya.
Pemerintah mengatakan akan mengambil kebijakan mempertahankan subsidi pada bahan bakar minyak, listrik dan gas elpiji untuk mengendalikan inflasi, termasuk memberi bantuan sosial.
“Seandainya peningkatan perekonomian lokal seperti ini dilakukan oleh seluruh kabupaten/kota, kita akan cepat bangkit dengan kuat,” kunci Bupati.(Mesakh)



























