Seruan Hati Anak-anak Ketika Dilarang Menggunakan Lapangan Badminton di Balai Desa Watudambo II

Minut, Swarakawanua.id – Sempat viral di Media Sosial (Medsos) Facebook (FB) dimana oknum Pj Hukum Tua Desa Watudambo II, Kecamatan Kauditan Ida Rotty melarang anak-anak mengunakan sarana lapangan Badminton di Balai Desa.

Padahal anak-anak yang merupakan warga sekitar Desa Watudambo II ini sedang mengikuti pelatihan guna mencari bibit-bibit atlit dari olahraga menggunakan raket tersebut dan akan mengikuti lomba pada 26 September mendatang.

Suara hati para anak-anak pun dituangkan dan diikuti para orang tua yang mengsuport hobi atau bakat anak-anak dengan menggrlar aksi damai.

Diaksi tersebut terpantau anak-anak yang membawa kertas kardus bertuliskan ‘Up sampe #Greysia Polli Dapa Dengar’. Ada juga ‘Kita lebih suka pegang raket bukang panah wayer’ dan ‘Calon pengganti Antoni Ginting’ bahkan ada yang bertuliskan ‘kalo nyanda main Badminton Torang somo main ayang jo’.

Curhatan hati para anak-anak yang dituangkan melalui tulisan-tulisan tersebut tampil saat aksi damai Selasa (12/9/22) dikantor Desa Watudambo II.

Aksi tersebut pun dihadiri oleh Camat Kauditan Royke Rampengan. Kehadiran orang nomor satu di Kecamatan Kauditan ini patut di acungi jempol karena mampu meredam suasana

“Kenapa anak-anak ini diberhentikan ketika akan latihan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Balai Desa digunakan untuk seluruh kegiatan Pemerintah Desa dan juga bisa digunaka masyarakat,” tanya Rampengan dengan tegas.

Namun sayang aksi damai oleh masyarakat tercoreng lantaran aksi arogansi Pj Hukum Tua Ida Rotty. Ia mengatakan diberhentikannya karena akan dilakukan rapat dengan perangkat Desa.

“Karena Balai akan dicat menjadi warna merah,” dengan nada kasar dan menunjuk-nunjuk ke arah pendemo.

Mirisnya lagi Pj Hukum Tua Ida Rotty ketikan dikonfirmasi oleh awak media tidak memberikan tanggapan malah disuruh menghubungi lawyernya.(Mesakh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *