Caption: Tokoh Muda Bagian Utara, Jendry Sualang alias JS (*).
Manado, Swarakawanua.id-Pemilihan Umum (Pemilu) akan bergulir 2024 mendatang, namun figur-fugur yang dinilai layak mulai dijual ke publik. Salah satunya sosok lelaki berkualitas dan beritegritas tinggi yakni Jendry Sualang. JS demikian sebutan Jendry Sualang didorong masyarakat di Dapil IV meliputi Kecamatan Bunaken, Bunaken Kepulauan dan Tuminting untuk maju ke Pilcaleg 2024.
Rakyat menilai JS dapat menjadi bibir rakyat membawa aspirasi ke Gedung DPRD Kota Manado. JS punya kapasitas dan kapabilitas tidak diragukan masyarakat membawa hak-hak rakyat ke lembaga dewan Manado.
Itu karena sejauh ini, JS hanya memperjuangkan aspirasi masyarakat di luar sistem pemerintahan, sehingga sangat tepat kalau rakyat di Dapil IV akan komit membawa JS ke gedung DPRD Kota Manado.
Bagi masyarakat, jika JS sudah masuk ke parlemen, maka sosok yang dikenal dekat dengan rakyat Wong Cilik ini bisa berbuat banyak lagi.
JS dinilai bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat di Bagian Utara jika sudah masuk sistem yang ada.
“Kami sudah meminta langsung Jendry Sualang untuk membantu memperjuangkan ketertinggalan pembangunan di Manado bagian Utara ini. Pak Jendry harus menjadi wakil kami di dalam sistem pemerintahan bagi masyarakat dari 3 Kecamatan, yaitu Tuminting, Bunaken dan Bunaken Kepulauan. Dan kami sudah nyatakan siap bertarung dengan beliau untuk merebut 1 dari 7 kursi yang tersedia di Dapil Manado IV ini,. Kenapa Jendry Sualang? Karena Jendry adalah Tokoh Muda yang cukup mermasyarakat dengan semua kalangan,” ujar Andri Lawidu.SE, salah satu tokoh Pemuda Kecamatan Bunaken yang merupakan Pemerhati Kesehatan Berbasis Pariwisata yang sudah mengenal sosok Jendry Sualang sejak masa kanak-kanak, Jumat (14/10/2022).
Andri mengungkapkan, permintaan tak hanya datang dari Pemuda.
“Permintaan kesediaan beliau juga datang dari tokoh-tokoh masyarakat di Kecamatan Bunaken ini. Tokoh Masyarakat Kecamatan Bunaken menilai sosok Jendry Sualang adalah figur yang tepat mewakili masyarakat Manado bagian Utara. Karena beliau dilahirkan dan dibesarkan di sini, di Tongkaina,” beber Andri.

Menanggapi permintaan tokmas dan Pemuda Manado Utara ini, Jendry Sualang berterimakasih dan menyatakan siap.
“Pertama, saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Memang, hal ini sudah beberapa kali disampaikan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kecamatan Bunaken di setiap pertemuan kami. Dan karena semakin gencarnya permintaan dan dukungan, Saya sudah menyatakan siap untuk “berkeringat” dan bahkan “berdarah-darah” untuk masyarakat di Manado bagian Utara ini,” ujar Jendry ketika ditemui di sela-sela makan siang di sebuah rumah makan sederhana di bilangan pasar Tuminting, Jumat (14/10/2022).
Ketertinggalan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Manado bagian memang sudah lama menjadi perhatiannya.
Bahkan, secara gamblang Jendry mengatakan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di wilayah Manado bagian Utara ini sudah tertinggal dengan wilayah Manado lainnya.
“Saya dilahirkan dan besar di wilayah ini, jadi bisa melihat langsung perkembangan pembangunan di sini. Kalau disimpulkan, masih tertinggal dengan wilayah Manado lainnya. Saya berani katakan, ada jarak dan kesenjangan dengan wilayah Manado lainnya,” tegas Jendry.
Ia mengatakan, seharusnya pembangunan di Manado bagian Utara ini lebih maju dari wilayah kota Manado lainnya.
“Pembangunan infrastruktur bisa dikatakan masih tertinggal dengan wilayah Manado lainnya, yang seharusnya disini lebih maju. Apa yang Saya katakan bukan tanpa dasar. Di Manado bagian utara ini ada taman laut Bunaken yang menjadi salah satu tujuan Wisata dunia, itu di Pulau Bunaken di Kecamatan Bunaken Kepulauan,” jelas Jendry.
Di Kecamatan Bunaken darat, terdapat beberapa hotel dan cottage level dunia dan lokasi wisata Gunung Tumpa yang sudah terbiarkan, tambahnya.
“Di Kecamatan Tuminting, sekitar 3 – 4 tahun belakangan ini mulai bermunculan rumah-rumah makan yang menghidangkan ikan laut khas, yang mulai menjadi tempat wisata kuliner. Selain itu, ada juga sekolah unggulan di Kecamatan Tuminting ini. Wilayah Manado Utara ini pun sangat dekat dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi, yang merupakan pintu gerbang utama masuk Manado. Tapi secara ekonomi, masih tampak kesenjangan masyarakat Manado bagian Utara dengan wilayah Manado lainnya,” beber Jendry.
“Hanya menjadi Petani dan Nelayan yang menjadi pilihan masyarakat untuk bisa memenuhi nafkah hidup. Tapi masih banyak juga yang merupakan petani penggarap, yang mereka ini tidak memiliki lahan, jadi hanya menggarap lahan tidur milik orang lain,” ungkap Jendry lagi.
Jendry mengaku, selama ini aspirasi masyarakat disampaikannya melalui Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang.
Namun Jendry mengaku belum menentukan kendaraan politik yang akan digunakannya pada Pilcaleg tahun 2024 nanti.
“Tapi sampai detik ini, saya belum menentukan akan menggunakan partai politik (parpol) mana untuk bertarung di Pilcaleg 2024 nanti. Kita lihat saja ke depannya. Yang pasti, saya akan berada di Parpol yang mau berjuang membela rakyat kecil,” pungkas Jendry. (Danz*).






















