Manado, Swarakawanua.id-Anggota DPR RI Hillary Brigitha Lasut (HBL) cari sensasi saat warga Kota Manado sedang berduka. Pasalnya, respon Putri Bupati Talaud Elly E.. Lasut di Instagram mengenai postingan pemilik akun Rizal Balango soal penanganan sampah di Pasar Bobo, Manado menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Tindakan HBL dituding hanya mencari popularitas peristiwa banjir Manado yang melawan korban jiwa dan harta benda.
“Seharusnya budew nda usah posting bgni. So tau2 itu org p postingan yg ibu dew da capture so menjatuhkan org lain, di situ da tulis so membanding2kan pemerintahan lama dg pemerintahan baru. Nda etis seorang dewan kong posting bgtu. Kalo pelapor(korban bencana da minta tolong pa ibu melalui DM instagram toh itu ? Kiapa kwa ibu dewan le mo status akng yg org lain p postingan ( sekedar informasi itu Rizal Balango ada diluar kota, jd dia pun p postingan nda faktual krn dia nda ada dilokasi itu ). Jd ibu dewan juga harus faktual toh, cari info bae2 dulu.
Pemerintah le ada bergerak bukan nda katu.
So jelas le kwa ini ibu dew p postingan ada kepentingan.
Krn sebenarnya kalo mo tolong orang ya tolong aja toh, nda perlu le mo posting2 bgni.
Mar yaah sudahlaaahh..
Qt kira ibu dewan lebe intelektual, ternyata…….,” tulis pemilik akun Prisilia Rondonuwu di grup Facebook Kawal Pemerintahan ARS.

“Repost HBL itu blunder. Itu sama halnya dengan si Rizal Balango yang menuding Pemkot Manado soal sampah Pasar Bobo dan membandingkannya dengan pemerintahan GS Vicky Lumentut yang dulu. Postingan HBL itu tidak konstruktif, tidak verifikatif dan hanya mengejar popularitas dirinya di tengah situasi buruk yang dihadapi masyarakat. Tidak ada yang bisa dibanggakan dengan HBL,” ujar Stenly Rajab usai membaca postingan HBL di Instagram.
Kritik terhadap anggota DPR RI dari Partai Nasdem itu dilancarkan sejumlah warga di sekitar Pasar Bobo.
“Jangan ikutan orang lain yang bawa-bawa nama pedagang bu (HBL). Ibu enak duduk di ruangan ber-AC, main ketik status di sosmed. Kami dan pemerintah masih terus bekerja. Yang namanya bencana tidak mudah mengembalikan keadaan ke situasi normal. Ibu tidak di lapangan. Pemilik akun Rizal Balango juga bukan pedagang Bobo. Jadi berhentilah memanfaatkan kesulitan warga untuk mencari sensasi,” pinta Firstly Noho, warga sekitar Pasar Bobo.
Sementara itu, Ading Ringkuangan, warga Manado berharap HBL menemukan sosok penasihat politik yang matang.
“HBL itu butuh penasihat politik yang matang. Sehingga dia tidak offside di media sosial. Memosting aspirasi masyarakat yang tidak terverifikasi juga berarti sama halnya menyuguhkan informasi sesat yang mendiskreditkan pemerintah. Apalagi dia pejabat Negara. Menurut saya HBL belum bisa mandiri dalam hal sikap di ruang publik,” kata Ading.
Berikut postingan warganet Rizal Balango di sosmed yang di-capture HBL.
Yang terhormat Bapak Walikota Andrei Angouw. Tolong tinjau sampah limbah banjir di Pasar Bobo Bailang. So bobou kasiang. So banyak alasan kekurangan tenaga. Kiapa walikota sebelumnya bisa menangani kurang dari seminggu. Bedanya dimana? Jangan hanya memberikan himbauam untuk gotong royong. Kami warga sudah tiga hari tidur di lumpur. Baju tiga hari kering di badan. Kasihan warga pak. Pasar Bailang memang pasar kecil. Tapi di situ mata pencaharian warga lalo di diamkan mereka tidak bisa beraktifitas normal. Otomatis tidak ada pemasukan. Kalo tidak ada pemasukan mereka mau makan apa? Berharap bantuan pemerintah mau sampai mana? Yang sekarang saja bantuan banyak dari donatur tolong ditinjau pak walikota yang terhormat.
Sementara itu, pada repost HBL menulis caption di Instagram;
Laporan telah diterima. Saat ini tim sedang berupaya berkoordinasi dengan semua relawan dan mencari jalan. Sekiranya dapat diangkat puing2 dengan alat berat akan kami bantu. Kami hanya butuh saat ini untuk memastikan kepemilikan lahan agar kami dapat memutuskan pergerakan seperti apa. Kalau pemerintah kota mengijinkan kami dapat berupaya mengangkat puing-puing dan membawa ke TPA dengan alat berat. (Mesakh).





















