Minut, Swarakawanua.id – Hijau, bersih nan indah serta undara segar merupakan daya tarik tersendiri ketika menyusuri sungai Mangrove Desa Sarewet, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Keindahan hutan Mangrove ini dilengkapi dengan sungai sepanjang tiga kilometer dan finish di Pulau kosong Napomanu semakin mengenapi pesona indahnya.
Dengan magnet protesi wisata ini mampu menarik perhatian orang nomor satu di ‘Tanah Tonsea’ yakni Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda.

Tak tanggung-tanggung Bupati Joune menggandeng Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Minut Femmy Pangkerego seta Putri Indonesi untusan Sulut 2023 Elisha Gabriell Rosalina Lumintan untuk turut menyaksikan salah satu lokasi wisata di Desa Sarewet yang berdasarkan cerita turun temurun merupakan Desa tertua di Likupang.
Sabtu (26/2/23) Bupati Joune yang gemar akan berbagai olahraga ini, menggunakan perahu kayak ketika menikmati sungai Mangrove. Bupati mendayung sekitar dua kilo meter sendiri karena perahu kayak yang dinaikinya memang didesign untuk kapasitas satu orang saja.

JG diguide langsung Ibu Camat Likupang Timur Delby Wahiu dan Ketua Harian Komunitas Likupang Raya (KLiR) Jelly K. Maramis serta beberapa personil Kelompok Nelayan setempat (KNELS) dan KPA Likupang.
Kedatangan orang nomor satu Kabupaten Minahasa Utara yang akrab disapa JG ini, bagian dari komitmennya untuk pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat.
Salutnya, bukan hanya basa-basi datang meninjau lokasi wisata untuk dikembangkan, Bupati JG berinteraksi dengan para nelayan juga ikut merasakan susah payah mendayung yang selalu dirasakan para nelayan untuk menyambung hidupnya.
“Pemerintah sedang fokus pengembangan daerah baru yg memiliki potensi untuk daerah penyangga sehingga tentunya akan ikut mendukung realisasi KEK,” ungkap Pak JG.
Alumni Universitas Indonesia (UI) ini juga mengatakan Desa Sarawet memiliki paket lengkap mulai dari wilayah yang indah secara alami, banyak jenis kuliner, ada produk kriya bahkan adanya Bank Sampah.
“Tinggal masyarakat dan pemerintah desa harus sinergi untuk kembangkan lokasi wisata ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian KLiR Jelly K. Maramis mengapresiasi Bupati Minut yang senang blusukan untuk melihat kondisi desa-desa pesisir.
“Pemimpin yang baik harus banyak berbaur dengan masyarakat dan dalam programnya termasuk pengembangan wisata harus memperhatikan aspirasi atau usulan masyarakat,” ungkap Maramis yang juga founder Komunitas Panggayung Likupang. (***/Mesakh)






















