Minut, Swarakawanua.id-Banjir yang menghantam 19 Desa dan 4 Kelurahan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) belum lama ini, akibat kerusakan Gunung Klabat, menjadi perhatian khusus mantan Dirjen Imigrasi Irjen Polisi (Purn), Ronny Sompie.
Dia mengatakan, Ini menjadi warning bagi semua pihak untuk menjaga kelestarian alam ciptaan Tuhan. Dia menuturkan, persoalan ini harus dihadapi secara lintas sektoral dan saling MAPALUS semua pemangku kepentingan di 19 Desa dan 4 kelurahan di Kab Minut.
“Tidak hanya pemerintah semata, tetapi semua stakeholder termasuk masyarakat perlu berkontribusi sesuai apa yg bisa dilakukan masing-masing dalam mengatasi masalah kemanusiaan itu,” ujar dia.
Jelas Ronny Sompie, penanganan musibah akibat banjir di sekitar Gunung Klabat perlu dilakukan secara komprehensif, sinergis dan MAPALUS tanpa saling menuding satu sama lain atau mencari kambing hitam dalam hal ini.
Disisi lain, Mantan Kapolda Bali menegaskan, Kadishut Sulut sebagai atasan Penyidik PPNS Kehutanan bisa melakukan penegakan hukum segera terhadap pembalakan liar dan penambangan liar di Hutan Gunung Klabat.
“Kalau masih kurang tenaga Penyidik PPNS, mungkin bole kerjasama deng Penyidik Polda Sulut dalam hal ini, Ditreskrimsus dan Satreskrim Polres Minut, juga Polres Bitung kalau locus delictie menyangkut wilayah Kota Bitung untuk pendistribusian hasil tebangan liar dan hasil tambang liar dari Gunung Klabat,” tegas Ronny Sompie yang saat ini masuk Struktur Partai Golkar ini.
Dia menuturkan, penegakan hukum ini harus sukses dan segera, karena sangat berkaitan dengan pencarian saksi dan bukti fisik hasil tambang dan tebangan liar.
Ada tiga poin yang harus segara dilakukan oleh pihak-pihak berkompoten terhadap penebang liar serta galian C di sekitar Gunung Klabat.
Pertama, kata Ronny Sompie, saatnya penindakan terhadap pelaku pembalakan liar dan pelaku penambangan liar di Hutan Gunung Klabat.
“Biar tobat, bukan hari ini tobat, besok kumat lagi. Penyidik PPNS Kehutanan dan Penyidik Polda Sulut bisa bekerjasama dalam hal ini dalam menindak mereka,” kata putra Sulut ini.
Kedua lanjutnya, perlu upaya konservasi alam yg terarah untuk solusi jangka panjang. “Misalnya apa mungkin sekarang batanam pohon di gunung Klabat ?
- pencegahan terhadap pelaku penebangan dan penambangan liar dengan kerjasama dan tersistem dengan baik,” tutur Ronny Sompie.
Ketiga ungkap Ronny Sompie, merubah pola pikir masyarakat agar menjadi sama tentang cara melakukan konservasi terhadap hutan Gunung Klabat.
“Dengan cara mengajak anak SD, SMP, SMA / SMK, Kepala Sekolah dan para guru, KNPI, Karang Taruna, kepala Lingkungan, Hukum tua, Lurah, Camat, Kepala Dinas terkait di Kab Minut khususnya masyarakat di sekitar Gunung Klabat untuk menjaga kelestarian serta kerusakan gunung tersebut,” tutup sosok populis yang bakal maju Calon Anggota DPR RI Dapil Sulut dari Partai Golkar ini. (Danz*).






















