Sangihe,Swarakawanua.id-Pelaksanaan rembuk Stunting dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe dr Rinny Tamuntuan di Papanuhung Santiago,rumah jabatan Bupati kepulauan Sangihe.
Pada kesempatan itu, Pj Bupati Rinny Tamuntuan memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua panitia penyelenggara serta para peserta yang hadir dalam kegiatan.
“Tanggung jawab kita bersama dalam mewujudkan dan memitigasi (cegah) Sangihe bebas stunting”, ucap Tamuntuan.
Tamuntuan mengatakan, membangun SDM yang unggul dan berkualitas untuk menuju Indonesia maju tahun 2045 memang memiliki bayak tantangan dan salah satunya, masih tingginya angka stunting di Indonesia.

“Permasalahan Nasional ini harus kita tangani bersama mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat kabupaten bahkan sampai ke tingkat Kampung/Desa, khusunya di Sangihe sudah ada penurunan angka stunting sebesar 2,6 %”, ungkap Tamuntuan.
Lanjut orang nomor satu di Sangihe ini, untuk menekan angka stunting di daerah, Pemda sudah banyak melakukan langkah intervensi bersama para pemangku kepentingan di daerah Sangihe, seperti disetiap kampung di didirikan Pos Gizi dan Program Senin Ceria.
“Sudah disediakan ruang konsultasi gizi disetiap kampung melalui Pos Desa dan juga program pemberian tablet tambah darah bagi anak sekolah yang disebut Senin Ceria serta akan mengangkat para Babinsa sebagai Bapak Stunting di setiap desa dan pemberian tanggung jawab bagi kepala OPD untuk setiap kepala OPD mengangani satu anak stunting”, urainya.
Top eksekutif Sangihe ini berharap semua peserta yang mengikuti kegiatan tersebut betul-betul memperkuat komitmen bersama untuk penurunan kasus Stunting.
“Melalui Rembuk Stunting ini bisa didapati kesepakatan, mengenai tindakan apa yang akan dilakukan kedepannya untuk mengatasi stunting,” tambahnya.(Gops-07)





















