Manado,Swarakawanua.id-Kegiatan Pembangunan Amphytheater oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Manado dilakukan pada tahun 2022.
Namun Amphytheater yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 1.8 Miliar sudah dirancang dan diusulkan oleh pihak Dispar ke Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun anggaran 2021.
Proyek itu dirancang Dispar Manado saat dipimpin Kadis Lenda Pelealu termasuk penempatan lokasi di tengah hutan.
Pembuatan Ampi bukan di lahan Pemkot tapi milik Taman Hutan Rakyat (Tahura).
Sehingga kegiatan proyek senilai 1,8 miliar yang mencurigakan itu, dalam waktu dekat ini, akan dilakukan penyerahan ke Tahura.
“Untuk pentas disitu butuh biaya. Sementara Dana yang dialokasikan ke Dinas Pariwisata (Dispar) Manado sangat minim. Kami butuh bantuan semua pihak. Pemerintah tidak bisa kerja sendiri, butuh kelompok – kelompok masyarakat dan pemerintah terkait. Sedangkan untuk tampilan – tampilan budaya harus di dukung oleh Dinas pendidikan dan Kebudayaan,” ungkap salah satu staf di Dispar Manado yang sangat tahu perencanaan proyek tersebut.
Staf itu juga menambahkan, peruntukan Amphytheater setelah selesai harus didukung penuh oleh Dinas pendidikan dan kebudayaan Manado. “Sekarang urusan kebudayaan sudah di Diknas tidak di Dispar lagi,” urai staf Dispar Manado yang menuturkan bukan kewenangan dirinya untuk menyampaikan hal itu. “Pokoknya yang kita tahu, proyek-proyek 2018-2021 masih di tangan Kadis lama, ” ujar dia sambil menuturkan bahwa Kadispar Manado Ester Mamangkey pimpin institusi tersebut pada tahun 2022.
Berdasarkan data dan informasi,
Amphiteater itu dibangun oleh CV Elian, perusahaan yang beralamatkan Desa Liwutung, Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Adapun dana yang dipakai untuk amphiteater itu Rp1,9 miliar. Sementara CV Elvian memenangkan tender dengan penawaran Rp1,82 miliar (sumber LPSE Kota Manado).
Untuk menuju amphiteater ini tidak terlalu sulit. Membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit, pengunjung sudah di lokasi. Hanya saja 500 meter sebelum menjejakan kaki di amphiteater, pengunjung harus melewati jalan setapak penuh rerumputan.
Amphiteater bercorak merah-putih itu dibangun dengan lanskap pepohonan yang menjulang di beberapa sisi. Di bagian atas terdapat bangunan kecil dengan tiga kamar mini. Sementara bagian anak tangga sudah ditutupi rumput liar.
Sementara itu, Kadispar Manado Ester Manengkey ketika dikonfirmasi Swarakawanua. Id, Rabu (05/07/2023) lewat chat WA disebutkan, dirinya dilantik Kadispar Manado pada tahun 2022.
Walaupun Kadis Ester Mamamgkay tak terkontaminasi proyek itu, tapi Dia juga ikut menjelaskan bahwa proyek itu sudah diperiksa oleh Inspektorat Kota Manado serta BPK RI Perwakilan Sulut. Dia juga menambahkan bahwa penempatan Amphytheater biasanya di outdoor. (Danz*).






















