. Manado, Swarakawanua. Id-Tak terasa sudah, Jumat (14/07/2023), Kota Manado berusia 400 tahun.
Angka 400 tergolong angka yg sudah cukup tua bagi sebuah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara.
Lalu apa HUT Kota Manado ke 400 di mata Irjen Pol. (Purna) Dr. Ronny Sompie SH, MH yang dikenal juga sangat peduli dengan budaya dan pariwisata Sulut? Menurutnya, Kota Manado sudah mengalami perubahan cukup mengembirakan dari tahun ke tahun. Ada terjadi lonjakan-lonjakan dari sisi kegiatan pembangunan yang harus didukung oleh seluruh masyarakat Kota Manado.
Oleh karena itu, seluruh masyarakat di Sulut tidak hanya yg berdomisili di Kota Manado, perlu menjadikan Kota Manado sejajar kemajuannya dengan ibukota Provinsi lainnya terutama di pulau Jawa seperti Surabaya, Semarang dan Bandung.
Dengan Kota Semarang, geografis Kota Manado hampir mirip, karena dekat pantai dan merupakan kota pegunungan. Sama-sama masih menghadapi masalah banjir pada bulan-bulan tertentu saat curah hujan lebat.
Oleh karena itu, tata ruang dan penataan Kota Manado bisa belajar dari Kota Semarang bila ada yang bisa dicontoh dengan model ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi).
Namun demikian, dalam hal pengembangan kota wisata dengan kegiatan Manado FIESTA, Kota Manado bisa belajar dari Kota Denpasar, Kota Bandung dan Kota Surabaya dalam penataan kota.
Kota Surabaya bisa diteladani dan dicontoh bagaimana menjaga kebersihan dan mengelola sampah serta menjadikan Kota Surabaya sebagai Kota Bunga Internasional sejak dipimpin oleh seorang Walikota yg sangat peduli untuk menjadikan Kota Surabaya tidak saja sebagai Kota Pahlawan, tetapi juga Kota yg bersih, indah dan asri dengan taman dan bunga-bunganya.
Kota Bandung memang merupakan Kota padat dengan kunjungan wisatawan domestik, ketika hari Sabtu dan Minggu dengan adanya kreativitas kuliner dan fashion.
“Saya sudah melihat lokasi pameran di Manado Town Square yg torang kenal dengan MANTOS. Banyak daerah lain di luar Sulut so iko pameran di Mantos. Ini artinya, kerjasama dengan daerah lainnya cukup kuat dan ada komunikasi yg sangat baik di perayaan HUT Kota Manado ke 400 di tahun 2023 kali ini, ” kata mantan Kapolda Bali ini.
“Maar ada hal yg masih perlu kita ingatkan kepada seluruh masyarakat di Kota Manado termasuk wisatawan dan warga dari daerah laeng yg datang ke Kota Manado. Mari jo torang jadikan Kota Manado sebagai Kota yg bersih dari sampah di jalanan, di saluran got, di sungai, di pelabuhan, di perkantoran, di pasar-pasar dan di rumah2 warga, ” ajak mantan Dirjen Imigrasi Kemenkumham ini.
Lanjut dijelaskan Ketua Dewan Pembina Kerukunan Keluarga Kawanua di Jakarta ini, pengelolaan sampah yg baik ke depan tidak lagi mengenal tempat penampungan sampah akhir lagi, kalau semua sampah sudah dikelola sejak dari awal dipisahkan antara sampah basah dan sampah kering, sampah kertas dan plastik dari sampah organik apalagi sampah barang beracun dan berbahaya.
“Mindset dan cultureset masyarakat harus terbangun sejak masih masa kanak-kanak sampai dewasa untuk sadar lingkungan dan peduli terhadap pengelolaan sampah yg benar, ” tutur Mantan Kadiv Humas Polri ini.
Dia mengatakan, masalah sampah tak hanya dibebankan kepada Pemerintah Kota saja, tetapi semua stakeholder berperan untuk menjadi pengelola sampah secara mandiri mulai dari rumah, sekolah, tempat kerja sampai ke lokasi umum / publik, sehingga semua menjadi manajemen pengelolaan sampah yg tidak memerlukan tenaga pengangkut sampah yg banyak lagi.
“Semua tertata dengan baik dan berkelanjutan serta berkesinambungan satu sama lainnya. Jadilah KOTA MANADO sebagai KOTA BERSIH di setengah tahun 2023 menuju tahun 2024,” ungkap Tokoh Kawanua yang berlevel Nasional asal Desa Sukur, Kabupaten Minut ini.
“Dirgahayu ke 400 Kota Manado. Kita dendangkan lagu Kota Manado Yang Kucintai, kita nyanda mo lupa , ” ucap Putra asli Tonsea yang juga bakal Caleg DPR RI Dapil Sulut dari Partai Golkar ini. (Danz*).






















