Telan Korban Jiwa, Komisi III DPRD Manado Curigai Proyek Talud Bermasalah

Caption: Ketua Komisi III Ronny Makawata

Manado, SwaraKawanua.ID-Komisi III DPRD kota Manado, Rabu (20/01/2021) kemarin turun lapangan melihat proyek Talud yang longsor di daerah jalan Sea, kecamatan Malalayang, yang sudah menelan dua korban jiwa.

Ketua Komisi III DPRD kota Manado, Ronny Makawata menuturkan, pihak Komisi III mencurigai penyebab longsor itu karena proyek talud yang dikerjakan lewat dana APBD kota Manado tahun 2020 tidak sesuai spek.

“Sesuai informasi dari masyarakat bahwa selama ini, daerah itu tidak pernah longsor tapi setelah pembuatan talud justru tebing itu longsor,” terang Roma Jo, sapaan akrab Ketua Komisi III DPRD kota Manado menyerap aspirasi masyarakat.

Politisi PDIP Manado ini mengungkapkan kualitas pekerjaan dicurigai meragukan atau bermasalah sehingga talud yang dibangun untuk pengamanan ancaman longsor malah justru mudah longsor.

“Talud dikerjakan 90 hari kerja terhitung September-Desember 2020,” jelas Ketua Komisi III DPRD kota Manado ini. Lanjut dikatakan Roma Jo, sapaan akrab Ronny Makawata ini, pihaknya akan segera memanggil pihak pelaksana proyek pekerjaan talud tersebut.
“Kita akan undang PPK dan kontraktor untuk mempertanggungjawab proyek itu apalagi ada dua orang korban jiwa akibat longsor di tempat tersebut,” tutup Ketua Komisi III DPRD kota Manado ini.

Tim Komisi III DPRD kota Manado yang turun ke lokasi longsor diantaranya, Ronny Makawata, Lucky Datau dan Jein Sumilat. (dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *