Manado,Swarakawanua.id-Kader PDiP Manado akhirnya angkat bicara soal informasi yang beredar bahwa Dirut PD Pasar Manado, Lucky Senduk instruksikan untuk tidak memilih empat Caleg potensial PDIP yakni Hengky Kawalo, Jeane Laluyan, Ronny Makawatak dan Rosalita Manday.
Pernyataan Dirut PD Pasar Lucky Senduk itu akhirnya bocor ke telinga empat Caleg PDIP yang saat ini tercatat Fraksi PDIP di DPRD Kota Manado ini.
Bahkan empat Caleg PDIP itu sempat menelusuri dan menanyakan kebenaran beredar pernyataan Dirut PDP Pasar Manado.
Salah satu petinggi PD Pasar Manado ikut membenarkan pernyataan Dirut tersebut.
Kader PDIP, Firsly mempertanyakan sikap Dirut Pasar Lucky Senduk yang sangat membingungkan kader maupun simpatisan PDIP.
Menurutnya, ini adalah sebuah tindakan atau keputusan yang sangat keliru.
Dimana kata kader Banteng Manado ini, Dirut adalah mantan Pengurus Teras Partai PDI Perjuangan yang sekarang dipercayakan sebagai ketua ODC Manado memberikan pernyataan sikap agar tidak memilih kader-kader caleg potensial, dimana salah satunya Bung Hengky Noch Kawalo
Yang notabene lebih senior jika diukur dari segi pengabdiannya di partai
“Kedua, beliau bisa menikmati fasilitas dan jabatan sekarang ini tdk lepas dari perjuangan teman-teman caleg yang saling bergotong royong memenangkan Pilwako 2020 lalu,” terang kader Banteng Manado ini.
Ketiga, lanjut Firsly, jangan lupa bahwa istri dari dirut sendiri maju dari dapil yg berbeda deng bung Hengky Noch Kawalo. “Knp harus fokus ke HK baru dapil saja sudah beda. Knp tidak ngurusin di dapil dari istrinya saja,” tanya Firsly.
“Dan terakhirnya yg tak kalah pentingnya, beliau juga sdh tentu pernah ikut sekolah pengkaderan jadi pertanyaannya ideologi kepartaiannya dimana???,” kata dia.
“Masa sesama partai harus saling menjatuhkan padahal pesan pak ketua DPD baku2 bae jang babakalae kalo mo cari suara
Rumusnya kan bgini, HK duduk pasti berkat suara dari Bung KikY, Bung Gosal, dll bgtupun sebaliknya,” ungkap Firsly.
“Kalau mau mnyatakan sikap, baiknya nyatakanlah deng santun dan beretika tanpa harus mengatakan “JANGAN PILIH” atau “SO BOLEH JO” ini kan bahasa2 arogan dalam berdemokrasi,” tutup kader Banteng Manado dikenal dengan Akun FB Firsly Barisan Seokarno. (Danz*).



























