Minut, Swarakawanua.id – Penghuni Perumaha Griya Mutiara Laikit (GML) mengeluhkan mahalnya biaya pembayaran air setiap bulan yang dikenakan Rp 100.000 perbulan namun air sering macet.
Perum Griya Mutiara Laikit ini berlokasi di Jaga 4 Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara.
Di grup whatshapp penghuni Perum Griya Mutiara Laikit, ada beberapa yang mengeluhkan karena air tidak jalan.
Ada yang dua hari tidak jalan. Bahkan ada yang sudah beberapa kali harus membeli air dari penjual tong air berukuran 1200 liter.
Sangat disayangkan, selama berdirinya GML sudah ada beberapa petugas air namun, selalu dipecat.
Mirisnya lagi, meskipun di grup perumahan sudah banyak penghuni mengeluhkan hal itu tetapi pengurus hanya memberikan janji manis.
Salah satu warga, yang ditemui dan takut namanya disebutkan menceritakan keluhan mereka.
“Saya takut mau menyebut nama, karena disini sudah ada yang pernah memposting keluhan mengenai air ini di grup Facebook malah mendapat tekanan,” keluhnya.
Dirinya membenarkan, mengenai air di perum ini memang banyak dikeluhkan penghuninya.
“Padahal sudah ada empat pompa air sumur bor, tetapi pengelolanya belum bisa menatanya dengan baik,” akunya.
Tetapi dirinya sampaikan, meskipun sudah ada empat sumur bor, tapi tidak ada tempat penampungan jadi sedikit ribet.
“Saya berharap, pihak perum bisa secepatnya memperhatikan hal ini,” keluhnya lagi mengakhiri perbincangan dan terlihat masih takut usai memberikan keterangan.(***)


























