Manado,Swarakawanua.id-Pemerintah kota (Pemkot) Manado di bawah pemerintahan Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) menerapkan gaya kerja ‘paksa’ bagi THL di lingkup Pemkot Manado
Pasalnya, gaji THL hanya 2,6 juta, sementara UMP Kota Manado tahun 2024 ditetapkan 3,590.000.
Ini membuktikan bahwa AARS tidak menjadi contoh yang baik di publik Manado.
Dimana, pemerintahan AARS tidak bisa melarang perusahan yang bergerak di kota Manado untuk menggaji karyawan sesuak UMP 3,590.000, karena gaji THL Pemkot di bawah komando AARS saja senilai 2,6 juta.
Lebih memiriskan lagi, para buruh sampah termasuk penyapu jalan yang kerja hujan panas hanya dihargai seperti itu.
Tokoh masyarakat sekaligus pengamat pembangunan Terry Umboh menilai, AARS tidak melihat sisi kemanusiaan gaji THL.
“Gaji 2,6 juta sangat kecil sekali bagi THL untuk membiayai kehidupan mereka selama sebulan,” ucap Terry Umboh.
Dia mencontohkan, pemerintah sebelumnya gaji THL termasuk buruh sampah 3,4 juta. Ini menandakan pemerintah AARS tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat. AARS lebih pada kegiatan proyek yang bukan rahasia lagi di kota Manado diduga hanya dikerjakan 2 atau 3 orang kontraktor saja di Manado.
“Harusnya, rakyat sejahtera, sesuai dengan tujuan sebuah pemerintah daerah,” sambung Terry Umboh.
Dia berharap pemerintah yang akan menggantikan AARS menerapkan gaji yang pantas bagi THL Manado nantinya. (Danz’).






















