Ressy Rakian: Imba Jadi Walikota Manado, Tidak Ada Portal di Pasar Karombasan, Pedagang dan Pembeli Sejahtera!

Manado,Swarakawanua.id-Salah satu keluhan pedagang dan pembeli di Pasar Tradisional Pinasungkulan Karombasan yakni keberadaan portal masuk yang dipasang pihak manejemen Perumda Pasar Kota Manado kerja sama dengan pihak ketiga.

Dimana aktivitas pedagang dan pembeli dibatasi masuk ke lokasi pasar, karena harus melewati portal yang dikenakan biaya baik kendaraan beroda dua maupun beroda empat.

Padahal pasar tradisional Karombasan tidak cocok memasang portal masuk, karena selain tidak punya lokasi parkir sendiri, juga berada di seputaran pemukiman warga.

Keberadaan portal itu sejak dipasang pihak-pihak yang suka meraup keuntungan dari pihak pedagang dan pembeli ini sudah keluhkan oleh pedagang.

Tapi, aspirasi pedagang tidak pernah dihiraukan pihak manejemen Perumda Pasar Manado.

Karena itu, banyak pedagang sangat berharap Pilwako Manado 2024 ini, ada sosok pemimpin Kota Manado yang bisa mendengarkan jeritan suara para pedagang nantinya.

Para pedagang tidak lagi percaya dan menaruh harapan kepada pemimpin kota Manado saat ini, karena Perumda kota Manado yang adalah perpanjangan tangan walikota dan wakil walikota Manado tidak mencerminkan keberpihakan pemerintah kota kepada rakyat Manado.

Salah satu pengusaha dagang babi di pasar Karombasan yakni Ressy Rakian menuturkan bahwa dia sangat yakin bahwa figur paling tepat dan layak mendengarkan keluhan dan jeritan pedagang cuma Jimmy Rimba Rogi alias Imba.

Imba sangat peduli terhadap nasib wong cilik termasuk pedagang di pasar Karombasan dan pasar Bersehati Manado.

“Kalo Tuhan berkenan Pak Imba walikota Manado saya sangat optimis tidak ada lagi portal di pasar Karombasan yang sangat mengganggu aktivitas pedagang di sini. Para pedagang juga akan dimudahkan dengan sewa lapak dan retribusi yang cukup besar saat ini,” ucap Ressy Rakian yang dikenal militan Jimmy Rimba Rogi ini.

Ressy Rakian menbahkan, pedagang dan pembeli akan merdeka jika tidak ada lagi portal sebagai penghalang penjual dan pembeli masuk keluar pasar Karombasan. (Danz*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *