Manado,Swarakawanua.id-Bukan cuma jenis solar menjadi incaran mafia BBM, tapi pertalite jugaSeperti SPBU atau pompa bensin depan Megamall benar – benar sudah menjadi sarang mafia BBM subsidi jenis Pertalite.
Pelayanan operator SPBU ini hanya fokus ke mafia Pertalite subsidi. Hampir tiap hari, mafia BBM subsidi Pertalite yang menggunakan sepeda motor jenis Thunder dengan tangki modifikasi bolak-balik mengangkut BBM, minimal belasan kali. Hal yang memudahkan motor – motor Thunder ini karena tidak ada batasan pengisian kendati sudah memiliki barcode statis yang disediakan oleh pihak SPBU.
Dimana itu berbeda degan barcode ranmor roda empat yang akan mengisi solar atau Pertalite.
SPBU milik Pertamina depan Megamall Manado mejadi sarang mafia BBM Subsidi Pertalite. (kim)
Jika barcode ranmor roda empat harus mendaftar terlebih dahulu dan dibatasi hanya 120 liter saja, pada sepeda motor ini dengan barcode yang sudah disiapkan oleh SPBU tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu diberikan kuota 10 liter dan dapat diisi berulang ulang sampai puluhan kali.
Lantas bagaimana bisa mafia BBM subsidi Pertalite yang menggunakan Thunder makin berkonsentrasi ke SPBU depan Megamall yang notabene milik PT Pertamina.
Diduga, ada pembiaran dan persekongkolan antara pimpinan Cabang Pertamina Manado dengan SPBU miliknya sehingga dapat melayani para mafia BBM bersubsidi Pertalite dengan tidak menindak atau mendisiplinkan pelayanannya.

Aktivis transportasi kota Terry Umboh mengeritik pelayanan operasional SPBU milik Pertamina ini karena hanya mengutamakan mafia Pertalite padahal di satu sisi konsumen sudah sangat terganggu akibat antrian panjang bahkan tidak mendapat pelayanan.





















