Pdt Lucky Rumopa Sebut Ada Aktor Tunggangi Aksi Gerakan Peduli GMIM

Caption: Pdt. Lucky Romopa STh

Manado, SwaraKawamau.ID-Aksi penolakan oleh Gerakan Peduli GMIM (GPG) terhadap rencana Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) GMIM yang direncanakan pada tanggal 30-31 Maret 2021, mendapat tanggapan keras dari pendeta Lucky Romopa STh.

Kepada Wartawan SwaraKawanua.ID, Ketua FKUB Sulut menegaskan, aksi yang dilakukan GPG ini dinilai sangat provokatif karena sudah melakukan penghasutan terhadap warga GMIM.

“Ada aktor penting di balik GPG, mereka sudah ditunggangi. Bahkan aksi GPG yang dilakukan oleh segelintir orang ini, sudah berbau politis. Saya minta jangan campur adukan masalah pelayanan GMIM dengan politik,” ungkap Ketua FKUB Sulut ini.

Dia membebekan banyak bukti yang dikantongi olehnya terkait aksi GPG penolakan terhadap SMSI tersebut. “Belum pelaksanaan SMSI sudah ada yang menyampaikan rencana untuk mengubah tata gereja 2016 terkiat periodesasi ketua Sinode menjadi tiga periode,” ungkap pendeta yang sangat vokal di kalangan GMIM ini.

Lanjut dikatakannya, di dalam tata gereja 2016 yang paling penting disini adalah tata dasar, dimana tidak menyebutkan bahwa satu sidang lebih tinggi dari sidang lainnya.

“Semua sidang itu sama dalam tata gereja. Dan sidang istimewa sinode dilaksanakan sehubungan dengan pergumulan-pergumulan gereja yang ada di jemaat. Sedangkan rencana Sidang istimewa sinode tahun 2026 itu hanya rekomendasi dari pelaksanaan sidang ke-79 di Grand Kawanua Hotel tahun 2018 lalu,” ujarnya.

Sehingga menurutnya, pihak-pihak yang tergabung dalam GPG tidak memahami dengan benar aturan tata gereja tahun 2016. Oleh sebab itu, pendeta Lucky Rumopa menegaskan, kegiatan sidang ini dilaksanakan dan disahkan apabila 2/3 menyetujui pelaksanaan sidang. “Saya secara pribadi mempertahankan tata gereja tahun 2016 yang ada,” tutup Pendeta Lucky Rumopa. (dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *